Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Teknologi
Arsip
Umum
Kesehatan
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Technology  > Health
 

Jambu Biji Belum Terbukti Efektif Untuk Menanggulangi Demam Berdarah

Penderita Demam Berdarah Harus Mengonsumsi Banyak Cairan

Thursday, Dec. 16, 2004 Posted: 12:12:03PM PST


Buah jambu biji yang oleh sebagian sejumlah warga masyarakat banyak diberikan kepada penderita demam berdarah dengue (DBD), ternyata belum terbukti efektivitas dan manfaatnya untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit DBD.

"Manfaat jambu klutuk untuk pengobatan dan pencegahan demam berdarah dengue sampai sekarang ini belum dapat dibuktikan," kata Ketua Program Studi Magister Kedokteran Tropis, Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr dr Syahril Pasaribu, di Medan Selasa.

Jambu klutuk menurutnya, boleh saja diberikan kepada penderita DBD, tetapi itu bukanlah sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit DBD yang selama kurun waktu lima tahun terakhir ini cukup banyak menyerang warga di berbagai daerah di Indonesia.

Setiap penderita DBD yang paling penting adalah banyak minum agar tubuh tidak kekurangan cairan. Penderita DBD yang kekurangan cairan dapat menjadi lemas dan akhirnya timbul renjatan yang bisa berakibat fatal bagi si penderita DBD.

Seseorang yang positif terserang DBD biasanya ditandai dengan gejala antara lain, demam secara terus menerus dengan suhu badan diatas normal, badan terasa lemah dan lesu, wajah tampak memerah, perut terasa mual, manifestasi pendarahan dan pembengkakan hati serta sering terjadi gagal sirkulasi.

Darah penderita DBD jika diteliti secara laboratorium akan terlihat adanya jumlah trobosit menurun, kekentalan darah (hemokonsentrasi) bertambah, dan sel darah putih bisa normal atau berkurang.

Khusus bagi anak yang menderita DBD gradasi I dapat dirawat di rumah dengan cara memberikan air minum berkisar antara 1,5 liter hingga dua liter sehari, dan kalau suhu badannya masih tetap panas diberikan parasetamol. Kalau suhu tubuh anak tersebut tidak juga turun dan bahkan muntah-muntah, kata dia, harus segera dibawa ke rumah sakit agar dapat segera diberi penanganan medik lebih lanjut. Setiap penderita DBD gradasi II, III dan IV harus dirawat di rumah sakit, karena memerlukan penanganan khusus.

Ia mengatakan, dalam penanggulangan penyakit DBD, yang paling penting adalah bagaimana usaha pencegahan dapat dilakukan oleh kita sebagai pribadi, masyarakat dan pemerintah. Pencegahan DBD akan berjalan baik apabila interaksi dari ketiga komponen itu dapat berjalan dengan baik.



Shinta Marthawati

 
Dari Technology  
Software Alkitab Logos akan Dirilis untuk Macs
Tersedianya software di Windows telah sering menjadi alasan utama berpalingnya orang dari Macs. Akan tetapi, telah terjadi sebuah pergantian dalam paradigma dalam industri untuk multiple platforms. ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang