Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > General
 

Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah

Friday, Nov. 11, 2005 Posted: 12:02:17PM PST

Posisi tawar umat Kristen dan Gereja-gereja di Indonesia sangat rendah. Kasus pembakaran gereja, penutupan gereja, penembakan pendeta, dan sejumlah aksi kekerasan lainnya kurang ditanggapi secara proporsional dan mendapat tekanan politis yang kuat sehingga pemerintah dan aparat penegak hukum tidak mengungkap kasus-kasus tersebut sampai pengadilan.

Demikian pendapat yang mengemuka dalam Konsultasi Nasional Gereja-gereja di Indonesia dengan pembicara Dr Karel Phil Errari, Dr Isbodroini, Dr Bambang Wijaya, Dr. Bert Adrian Supit, Dr Ikrar Nusabakti, dan Weinata Sairin.

"Sudah waktunya gereja-gereja dan umat Kristen merapatkan barisan, meningkatkan posisi tawar, dan memberi tekanan lebih besar kepada pemerintah agar sejumlah kasus yang menyangkut gereja dan umat Kristen dapat segera terungkap di pengadilan," kata pengamat politik Isbodroini di hadapan 400 pemimpin gereja dan sinode sejumlah Gereja Aras Nasional, Kamis, di Jakarta.

Menurut dia, dalam menghadapi kasus penutupan gereja-gereja di Jawa Barat dan masalah Papua, terlihat langkah pemerintah yang berbeda. Dalam masalah yang berkaitan dengan kehidupan umat beragama, pemerintah lamban dalam meresponnya seakan-akan hal tersebut tidak akan membawa dampak yang serius. "Hal tersebut berdampak pada jatuhnya korban anak-anak perempuan di Poso yang beragama Kristen tanpa sebab dan ditambah lagi ditembaknya dua anak perempuan lagi. Yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa pemerintah lamban mengungkap masalah-masalah yang terkait dengan isu keagamaan," tukasnya.

Ikrar Nusabakti mengingatkan, berbagai isu konflik yang terjadi di Indonesia saat ini sebenarnya bukan hal baru melainkan sudah ada sejak republik ini berdiri. Di masa lalu, tuturnya, berbagai isu konflik sosial politik tersebut banyak diselesaikan dengan cara kekerasan oleh negara, sebagian lagi dengan dialog atau akomodatif.

"Karena kebiasaan masyarakat sejak masa Orde Baru yang menyerahkan penyelesaian konflik kepada pemerintah atau aparat keamanan, maka muncul pemikiran di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid agar masyarakat dapat menyelesaikan konfliknya secara mandiri," paparnya.

Dia berpendapat, dalam setiap konflik harus dipahami sedikitnya empat hal, yaitu isu yang dikonflikkan, karakteristik dari kelompok yang berkonflik, hubungan antara kelompok-kelompok yang berkonflik, dan cara-cara yang digunakan masing-masing kelompok dalam berkonflik.

Sedangkan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Richard Daulay mengatakan faktor ekonomi, sosial dan politik yang menjadi sumber konflik horisontal di sejumlah tempat di Indonesia, jangan lagi digunakan oleh sekelompok pihak dengan mengemasnya dengan latar belakang agama.

Organisasi gereja se Indonesia berharap agar pemerintah dapat menyelesaikan persoalan antarumat beragama dengan sebaik-baiknya. Sehingga sesama umat beragama di Indonesia bisa menjalankan fungsinya dengan benar.




Sandra Pasaribu

 
Dari Church  
Pembinaan Penatua HKBP : Penatua Harus Implementasikan Visi & Misi Gereja
Penatua HKBP harus berperan aktif dalam membangun pelayanan di tengah-tengah masyarakat. Pelayanan yang bersifat inklusif, dialogis dan terbuka terbuka sangat diharapkan dapat hadir dari penatua-penatua ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang