Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Ecumenical
 

Indonesia Suram Tanpa Pluralisme

Berdasarkan kajian Link dan Jaringan Doa Nasional total gereja yang dirusak dan ditutup oleh massa di seluruh Indonesia sejak 1996-2004 berjumlah 701

Thursday, Nov. 10, 2005 Posted: 10:30:39AM PST

Masa depan Indonesia tanpa pluralisme merupakan potret suram yang menjadi hantu menakutkan bagi kelompok minoritas di Indonesia. Karena itu, konsepsi mayoritas dan minoritas yang 60 tahun dengan sengaja dikumandangkan negara harus dihapuskan. Jika kelompok minoritas karena agama, etnis, dan budaya dilarang untuk tumbuh dan berkembang maka tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara akan hancur.

Demikian pesan Konperensi Nasional Gereja-gereja se Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (9/11). Konperensi diselenggarakan oleh sejumlah organisasi gereja-gereja nasional yang berada di bawah Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Injili Indonesia (PII), Jaringan Doa Nasional dan organisasi gereja lainnya, Suara Pembaruan memberitakan.

Menurut Ketua Umum PGI AA Yewangoe, Rabu (9/11), lewat konperensi ini diharapkan mampu menyuarakan pesan-pesan perdamaian dan seruan untuk menghentikan aksi penutupan gereja sebagai satu gerakan moral guna membangun masa depan Indonesia baru, di mana tidak ada lagi orang menjadi minoritas karena agama, etnis, ras dan kondisi sosial politik.

"Masalah perizinan memang masih menjadi hambatan bagi pengembangan gereja. Upaya yang dilakukan oleh pihak gereja untuk mendapat perizinan terbentur dengan peraturan pemerintah dan lingkungan masyarakat sekitar gereja yang belum toleran terhadap gereja. Karena itu, diharapkan lewat konperensi ini ditemukan solusi terbaik bagi gereja untuk dapat melakukan pembinaan umatnya dengan tenang dan damai," papar Yewangoe

Berdasarkan kajian Link dan Jaringan Doa Nasional total gereja yang dirusak dan ditutup oleh massa di seluruh Indonesia sejak 1996-2004 berjumlah 701. Jumlah gereja yang paling banyak dirusak dan ditutup ada di Provinsi Jawa Barat yaitu 218 gereja, di Maluku 181 gereja, Jawa Timur 137 gereja, dan Jawa Tengah 71 gereja.

Sementara itu tokoh Papua Karel Phil Erari mengatakan, bangsa Indonesia saat ini membutuhkan tokoh-tokoh nasionalis sejati, seperti Gus Dur, Syafii Maarif dan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang secara konsisten dan terus menerus mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara yang harus menghormati dan menerima pluralisme sebagai warisan sejarah dan buaya bangsa.

"Umat Kristen Papua menitipkan pesan, tidak ada masa depan negara kesatuan RI jika hak-hak dasar minoritas baik karena agama dan etnis serta ras terancam dan tidak dilindungi oleh mayoritas penduduk Indonesia," ucap Karel.

Konferensi itu dihadiri sekitar 400 gembala sidang, ketua sinode dan tokoh-tokoh Kristen dan berlangsung mulai hari ini hingga 12 November mendatang.




Sandra Pasaribu

 
Dari Church  
Pembinaan Penatua HKBP : Penatua Harus Implementasikan Visi & Misi Gereja
Penatua HKBP harus berperan aktif dalam membangun pelayanan di tengah-tengah masyarakat. Pelayanan yang bersifat inklusif, dialogis dan terbuka terbuka sangat diharapkan dapat hadir dari penatua-penatua ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang