Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Ecumenical
 

Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah

"Biarkan agama menjadi agama. Jangan direndahkan oleh instrumen politik. Yang bisa diurus agama silakan agama mengurus. Jangan pemerintah intervensi,"

Thursday, Nov. 10, 2005 Posted: 6:31:30PM PST

Penutupan paksa tempat ibadah akan menjadi topik panas dalam konsultasi nasional gereja-gereja di Indonesia. Konsultasi itu akan membuat rumusan yang isinya meminta pemerintah merevisi ketentuan perundang-undangan tentang tempat ibadah.

Gereja-gereja akan meminta pemerintah agar menangani dengan baik penutupan tempat ibadah. Selain itu, pemerintah diminta merumuskan kembali ketentuan perundang-undangan yang mengatur pendirian tempat ibadah.

Pemerintah diingatkan agar tak menjadikan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pendirian tempat ibadah sebagai komoditas politik. Diharapkan peraturan yang direvisi bisa benar-benar mengakomodasi kepentingan umat beragama sesuai UUD 1945 pasal 29. "Kita berharap peraturan pemerintah betul-betul menjamin umat beragama melaksanakan hak-haknya," kata Wakil Sekum PGI Weinata Sairin di sela-sela konferensi pers, Rabu (9/11).

Konsultasi itu juga akan meminta pemerintah tak mengintervensi persoalan agama. "Biarkan agama menjadi agama. Jangan direndahkan oleh instrumen politik. Yang bisa diurus agama silakan agama mengurus. Jangan pemerintah intervensi," kata Weinata.

Gereja-gereja di Indonesia juga mengutuk keras penembakan terhadap dua siswi di Poso. Aparat keamanan diminta untuk segera melacak dan menangkap aktor intelektual kasus itu agar Poso bisa kembali aman.

"Gereja-gereja di Indonesia menyatakan kemarahannya. Kita harapkan pemerintah bisa melacak dan mengurai aktor intelektual karena selama ini hanya parsial," kata Weinata.

Weinata kemudian meminta sistem deteksi dini keamanan di Poso ditingkatkan agar kejadian serupa bisa ditangkal lebih dini. Ia juga meminta agar konflik di Poso segera diatasi secara serius karena konflik itu menimbulkan pengalaman traumatik kepada masyarakat.

Lebih lanjut Weinata mengingatkan jika konflik Poso tak diatasi dengan baik citra Indonesia di mata internasional akan turun. "Kalau kondisi ini tak diatasi, investor tidak akan pernah datang," kata Weinata.

Konsultasi itu antara lain diikuti Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), Persekutuan Injil Indonesia (PII), Persekutuan Baptis Indonesia (PBI), Gereja Balai Keselamatan (BK), GMA Huria Kristen Indonesia (GMA HKI), dan Gereja Orthodox Indonesia (GOI).

Konsultasi akan berlangsung selama tiga hari mulai 9-11 November di Hotel Aryaduta, Jakarta.






Eva N.

 
Dari Church  
Pembinaan Penatua HKBP : Penatua Harus Implementasikan Visi & Misi Gereja
Penatua HKBP harus berperan aktif dalam membangun pelayanan di tengah-tengah masyarakat. Pelayanan yang bersifat inklusif, dialogis dan terbuka terbuka sangat diharapkan dapat hadir dari penatua-penatua ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang