Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Arsip
Ikatan /Seminari
Kawula Muda
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Education  > College
 

Dr Cosmas Fernandez: Indonesia Tak Punya Perguruan Tinggi Bermutu

"Komersialisasi pendidikan hampir merambah seluruh negeri yang akhirnya hanya menelorkan sarjana yang punya ijazah palsu."

Monday, Oct. 10, 2005 Posted: 4:04:43PM PST

Rektor Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Pater Dr Cosmas Fernandez SVD, MA mengatakan, tumbuhnya perguruan tinggi di Indonesia bagaikan jamur di musim hujan, tak ada satupun yang masuk dalam kategori bermutu seperti universitas-universitas di negara lain.

Dari sekitar 500 perguruan tinggi di dunia yang termasuk dalam kategori bermutu, tak ada satu pun universitas dari Indonesia yang masuk dalam kategori tersebut, katanya ketika mewisuda 360 lulusan program magister, S1 dan diploma Unika Widya Mandira di Kupang, Sabtu, (08/10), Antara memberitakan.

"Jangankan dunia, di tingkat Asia pun, kita tidak masuk dalam hitungan itu. Dari sekitar 100 universitas terbaik di Asia, tak ada satu pun universitas dari Indonesia yang masuk dalam kategori bermutu," kata Fernandez yang baru dikukuhkan menjadi Rektor Unika Widya Mandira.

Lanjutnya, "Kita malu karena tidak memiliki universitas yang bermutu. Komersialisasi pendidikan hampir merambah seluruh negeri yang akhirnya hanya menelorkan sarjana yang punya ijazah palsu."

"Sungguh memalukan, karena negeri yang besar ini tidak punya satu pun universitas yang bermutu dan hanya memproduksi sarjana yang hanya menjadi beban negara semata karena tidak mempunyai inovasi untuk membantu negeri ini keluar dari kesulitan ekonomi," katanya.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII, Baharudin juga sepakat dengan Fernandez, yang mengharapkan semua universitas di Indonesia harus berbenah diri dalam menghadapi globalisasi ekonomi.

"Tingkat pendidikan kita masih jauh tertinggal sehingga kita tidak mampu bersaing dalam globalisasi ekonomi dunia. Situasi ini harus segera kita benahi dengan memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan sains agar bisa menjawab tantangan global," katanya.

Pater Cosmas Fernandez mengatakan, rendahnya mutu pendidikan di Indonesia sebagai akibat pula dari praktik politik uang sehingga membuat orang dengan mudah untuk mendapatkan gelar kesarjanaan.

"Lembaga pendidikan tinggi di Indonesia memang bagai jamur di musim hujan, tetapi yang menjadi pertanyaan kita di sini, produknya berkualitas atau tidak? Orientasi kita lebih tertuju pada kuantitas lulusan, bukan pada persoalan kualitas," katanya.

Disisi lain, masih rendahnya mutu sumber daya manusia (SDM) Indonesia bukan saja bersumber dari lulusan sarjana yang tidak berkualitas, tetapi juga persoalan ekonomi sehingga masih menyisakan sekitar 86 persen peserta didik yang tidak menikmati pendidikan di lembaga perguruan tinggi.


Eva N.

 
Dari Education  
Dies Natalis STT Jakarta Ke-71
Sekolah Tingi Teologi (STT) Jakarta menyelenggarakan upacara dalam rangka Dies Natalis ke-71, Selasa (27/9) di Aula STT Jakarta, Jalan Proklamasi No 27, Jakarta Pusat. Acara utama diisi ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang