Anglikan, Katolik, Lutheran Siap Jadi Penengah Konflik Orthodox di Yerusalem
Wednesday, May. 11, 2005 Posted: 4:19:24PM PST
|
Patriarch Yunani Orthodox Irineos I menunggu pernyataan keputusan final setelah dikeluarkan dari kantor oleh jemaatnya sendiri karena penjualan tanag yang amat kontroversial. (AFP/File/Gali Tibbon) |
Pemimpin-pemimpin Anglikan, Lutheran dan Katolik Roma telah menawarkan untuk menjadi penengah dalam sebuah skandal yang telah menyebabkan Patriarch Yunani Orthodox untuk Yerusalem Irineos I dipecat oleh uskup-uskupnya sendiri, atas tuduhan mengesahkan penjualan properti gereja kepada investor Yahudi.
Tuduhan Patriarch Irineos I mengesahkan penjualan properti gereja di Kota Tua Yerusalem kepada investor Yahudi telah menyebabkan perpecahan di dalam gereja dan juga menimbulkan keprihatinan para pemimpin gereja-gereja Anglikan, Lutheran dan Katolik Roma di Yerusalem.
Hal itu juga menimbulkan kemarahan jemaat gereja yang umumnya Arab yang telah lama mengeluh mengenai pengontrolan properti gereja di bawah para imam Yunani dan kegagalan gereja untuk meng-Arabkan gereja dengan menunjuk seorang patriarch (kepala gereja) Palestina daripada seorang Yunani.
“Kami telah menyelesaikan proses memindahkan Irineos sebagai patriarch,” kata sekretaris Aristarchos pada tanggal 7 Mei. “Bagi kami, dia sekarang dianggap ex-patriarch,” kata Aristarchos, setelah 12 orang dari 18 uskup gereja melakukan voting untuk memindahkan Irineos dari kantor.
Pada tanggal 30 April, Patriarch Michel Sabbah, Patriarch Latin dari Jerusalem mewakili Gereja Katolik Roma, Uskup Riah Abu Al-Assal dari (Anglikan) Keuskupan Episkopal Diocese Yerusalem dan Uskup Munib Younan dari Gereja Evangelikal Lutheran di Yordania dan Tanah Suci mengatakan, mereka sanggup untuk menjadi penengah, dalam suatu pernyataan yang dicantumkan di koran-koran berbahasa Arab- Palestina.
“Kami mengekspresikan ketidaksetujuan kami dengan penjualan properti Kristiani apapun dari denominasi apapun ke pihak manapun karena tujuan properi-properti ini adalah untuk melayani Gereja dan anak-anaknya,” kata mereka.
“Untuk alasan ini, kami memanggil semua pihak yang berkaitan dan penguasa sipil dan rohani yang bertanggung-jawab untuk bersatu dan bekerja bersama menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan untuk memastikan kemblainya semua properti dan hak-hak kepada Gereja Orthodox,” kata tiga uksup itu. “Kami telah mengekspresikan kesiapan kami untuk berkontribusi dan bekerja untuk menemukan sebuah solusi untuk krisis ini.”
Sandra Pasaribu
|