Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Afrika & Timur Tengah
Amerika
Asia Pasifik
Eropa
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Teknologi
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Africa & Middle East  > Middle East
 

Natal di Betlehem Dirayakan Sederhana

Masih Mengingat Yasser Arafat

Saturday, Dec. 25, 2004 Posted: 9:23:54AM PST

Perayaan Natal tahun ini di Bethlehem yang terletak di wilayah otonomi Palestina tidak gegap gempita. Dekorasi maupun lampu-lampu Natal di kota kelahiran Yesus tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Wali Kota Bethlehem Hanna Nasser mengatakan, hal itu dilakukan sebagai respek terhadap mendiang Pemimpin Palestina Yasser Arafat yang meninggal November lalu. Lampu Natal hanya dinyalakan di Taman Palungan sementara bagian kota yang lain tidak didekorasi.

Beberapa warga setempat yang diwawancarai menuturkan, perayaan kali ini dalam suasana kelam tetapi memungkinkan penduduk Bethlehem lebih memfokuskan diri pada aspek religius dari Natal. Memang pada periode sebelum intifada suasana menjelang Natal selalu meriah.

Perayaan Natal di sini menarik puluhan ribu turis asing tetapi sejak kekerasan merebak, jumlah turis yang datang menurun drastis. Karena itulah untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, Palestina dan Israel berusaha mempromosikan kembali agar turis mau datang ke sana dengan jaminan kedua pihak sama-sama berusaha mewujudkan ketenangan di Bethlehem.

"Kami mengatakan kepada setiap orang bahwa mereka bisa datang dengan bebas ke Bethlehem dan Jerusalem," tukas Menteri Pariwisata Palestina Mitri Abu Aitah dan Menteri Pariwisata Israel Gideon Ezra setelah keduanya bertemu pertengahan Desember.

Warga mengatakan kepada AsiaNews bahwa dalam beberapa hari terakhir perjalanan ke Bethlehem dan Jerusalem sudah dipermudah. Pos pemeriksaan lebih sedikit, antrean pendek dan warga Palestina yang bekerja di Israel lebih mudah mendapat pas masuk.

Tapi diharapkan lebih banyak orang Kristen dari berbagai belahan dunia berdatangan. "Bayangkan Kota Bethlehem tanpa orang Kristen," tukas Nasser.

Sebanyak 2.400 orang dari 40.000 penduduk di Kota Bethlehem dan wilayah sekitarnya meninggalkan kota sejak intifada kedua merebak pada tahun 2000.

"Kalau tidak ada terobosan cepat dalam proses perdamaian maka akan semakin banyak yang pergi dari sini," kata Nasser yang mengakui hidup dalam pendudukan merupakan pengalaman yang tidak mengenakkan.

Bethlehem tidak lepas dari nama Arafat. Untuk meneruskan tradisi yang dilakukan mendiang Arafat, pemimpin sementara Palestina, Mahmoud Abbas lah yang menggantikannya untuk hadir di perayaan Natal Bethlehem.

Kedatangan Abbas mengikuti kebiasaan yang dilakukan Arafat.

Sejak 1995, setelah Perdamaian Oslo ditandatangani di Camp David (1993 dan 1994), setiap Natal, Arafat menapaki kota suci Bethlehem. Dia menggendong putrinya dan membaringkannya di atas palungan Yesus sambil mengutip dengan lantang Injil Lukas: "Segala puji bagi Allah di Tempat yang Maha Tinggi dan perkenanNya bagi umat manusia!".

Ia bergandengan tangan dengan isterinya sebagai tanda solidaritasnya kepada umat Kristen Palestina. Media massa dunia menempatkan pernyataan-pernyataan Arafat dari Bethlehem sebagai berita utama.

Ketika menjelang Natal 2001, Israel melarang Arafat memasuki Bethlehem untuk menghadiri misa Natal, dia pun menentang keras. Larangan ke Bethlehem dianggap arogan. Misa tengah malam biasanya dilangsungkan di Gereja Santa Catherina di Bethlehem yang bersebelahan dengan Basilica Nativity. Untuk mencapai gereja Arafat harus menyeberang wilayah Israel. Arafat pun bersikeras mengunjungi kota kelahiran Yesus itu walaupun harus berjalan kaki! Hambatan pun ditebas untuk menghargai tradisi umat lain.

Next Page: 1 | 2 |


Nofem Dini

 
Dari Africa & Middle East  
Pembicaraan Damai Darfur Dimulai Lagi di Ibukota Nigeria
Pembicaraan yang diperantarai-Uni Afrika untuk memecahkan perang saudara di wilayah Darfur di Sudan barat, yang telah menewaskan antara 180.000 dan 300.000 orang serta menelantarkan 2,4 juta orang, dimulai ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang
9 www.rudiplomirovany.com www.rudiplomirovans.com http://rudiplomirovana.com/--- http://http://rudiplomisty.com/-- http://rudiplomis.com/-- www.rudiplomista.com diploman-doci.com rudiplomista24.com www.rudiplomis24.com www.rudiplomirovan.com http://http://ru-diplomirovanie.com/-- www.ru-diplomirovan.com 9 diploman-doci.com http://https://lands-diplomy.com/specialnosti/stomatolog.html ru-diplomirovans.com www.ru-diplomirovana.com https://ru-diplomirovany.com/--- www.ru-diplomirovanay.com https://ru-diplomirovannie.com/--- http://https://gosznac-diplomy.com/kupit-diplom-v-nizhnem-novgorode 11 http://http://diplomsagroups.com/diplomy-po-specialnosti/diplom-medicinskij.html