Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Afrika & Timur Tengah
Amerika
Asia-Pasifik
Eropa
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Teknologi
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Asia-Pacific  > India
 

Pemimpin Kelompok Hindu India: Kristiani Jangan Diperlakukan Sebagai Minoritas

Rencana sebuah kelompok Hindu memasukkan Kristiani dalam kuota ditentang seorang pemimpin

Wednesday, Mar. 16, 2005 Posted: 7:46:37AM PST

Figur penting dari sebuah kelompok Hindu nasionalis di India mengatakan pada hari Jumat bahwa Muslim dan Kristiani di India jangan diperlakukan sebagai minoritas sebagian besar mereka adalah orang pribumi.

Nenek moyang mereka hingga beberapa tahun yang lalu adalah Hindu. Darah yang sama mengalir didalam diri mereka dan di dalam masyarakat Hindu yang lain," kata Mohan Bhagwat, Sekretaris Jenderal dari Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS - KOrps Sukarelawan Nasional).

RSS telah dituduh bermusuhan dengan minoritas relijius. Pada tanggal 13 Februari, aktivis RSS menculik dan memukuli enam siswa teologi yang berkaitan dengan Gospel for Asia (GFA).

Pembuat kebijakan top level untuk RSS dan aliansi partai-partai politik sayap kanan India yang berpengaruh, Sangh Parivar telah bertemu dalam sebuah konferensi selama 3 hari untuk mendiskusikan berbagai isu, termasuk kuota-kuota untuk minoritas relijius.

Kuota-kuota yang dimulai pada tahun 1950 saat sistem kasta tidak diberlakukan lagi secara hukum. Tujuan mereka adalah untuk meralat ketidak-seimbangan dan diskriminasi dari anggota-anggota kasta yang lebih rendah di masyarakat. Sampai saat ini, minoritas relijius tidak dimasukkan dalam kuota.

Di India, 81.3 persen adalah Hindu, 12 persen adalah Muslim dan 1.9 persen adalah Kristiani.

Bhagwat berargumen bahwa Kristiani bukanlah minoritas sesungguhnya karena mereka bukan berasal dari luar negeri. Ia mengatakan, dalam kenyataannya minoritas adalah mereka yang tercabut akarnya dari negara mereka dna berlindung di bawah negar alain. Atas dasar itu, orang Yahudi dan Parsis di India dapat disebut minoritas, namun mereka menolak sebutan itu dan benar-benar menyelam dalam identitas mereka yang bersatu dengan arus utama.

Dalam suatu transkrip di situs RSS, Bhagwat mengatakan, "Mahkamah Agung dalam beberapa penghakimannya secara kategoris menyatakan bahwa "hindu" tidak menunjuk pada agama apapun dan itu adalah cara dan pandangan hidup yang terdiri dari beebrapa cara untuk menyembah. Adalah kepentingan bagsa untuk menaruh akhir dari konsep minoritas ini."

Perdana Menteri India Manmohan Singh telah berjanji mengambil tindakan untuk kekerasan yang meningkat terhadap Kristiani yang merupakan minoritas di negara kedua yang berpenduduk terbanyak di dunia itu. Seorang delegasi dari gereja-gereja India saat menyampaikan memorandum yang diberikan kepada Singh mengatakan "Indikasi-indikasi adalah serangan (itu) adalah bagian dari konspirasi yang terencana rapi untuk menteror komunitas."


Nofem Dini

 
Dari Asia-Pacific  
Pemerintah China Mengecam Vatikan karena Undang Empat Uskup
Pemerintah RRC yang melarang warga Katoliknya mengakui Paus, menolak sebuah undangan kepada empat uskup China ke Roma, dengan mengatakan hal itu menunjukkan tidak menghormati Beijing. Beijing ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang