Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Afrika & Timur Tengah
Amerika
Asia-Pasifik
Eropa
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Teknologi
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Asia-Pacific  > General
 

Kompromi Petal Bunga Akhiri Kontroversi Yang Dipicu Pedoman Dari Vatikan

Saturday, Sep. 4, 2004 Posted: 12:00:01PM PST

Pengunjung dan anak-anak muda beragama lain masih berbaris dalam Misa di Gereja Maria Diangkat ke Surga di Kathmandu untuk menerima petal (daun mahkota) bunga yang dibagikan setelah komuni, namun ajakan untuk menerima petal bunga itu telah berubah.

Perubahan mencerminkan suatu kompromi yang telah mengizinkan kebiasaan itu dilakukan terus-menerus bertahun-tahun dalam Misa utama berbahasa Nepal pada setiap hari Sabtu. Namun perubahan terjadi setelah muncul pengumuman baru-baru ini bahwa kebiasaan itu akan berakhir. Di Nepal, Misa Minggu dirayakan pada hari Sabtu, hari libur mingguan, dan pada hari Minggu.

Pembagian petal bunga pada Misa bagi anak-anak yang belum menerima komuni pertama atau bagi para pengunjung yang tidak beragama Katolik itu telah berlangsung di Gereja Maria Diangkat ke Surga sejak gereja itu dibangun, setelah konstitusi baru 1990 negeri itu menjadikan kebebasan beragama sebagai suatu hak asasi di Nepal. Namun, praktek pembagian petal bunga itu sendiri sebenarnya berasal dari kuil-kuil pribadi di negara Hindu itu. Di sana, orang-orang yang datang berdoa, baik di kuil-kuil Hindu maupun Buddha, diberi petal bunga yang sudah diberkati setelah berdoa atau setelah menghaturkan sesaji.

Oleh karena itu, pengumuman pada Misa 7 Agustus bahwa pembagian petal bunga tidak lagi akan dilakukan pada Misa, tapi diberikan saat umat keluar meninggalkan gereja, membuat banyak umat terkejut.

Para pejabat Gereja lokal mengatakan kepada UCA News, pengumuman itu muncul karena ada instruksi "Redemptionis Sacramentum," yang dikeluarkan Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Sakramen-Sakramen yang berpusat di Vatikan, 23 April. Instruksi itu memiliki sub-judul, "Tentang hal-hal tertentu yang harus diperhatikan atau dihindari berkenaan dengan Ekaristi Yang Maha Suci" (On certain matters to be observed or to be avoided regarding the Most Holy Eucharist).

Menurut Pastor Justin Lepcha, imam asli Nepal berusia 33 tahun yang bertugas di Gereja Maria Diangkat ke Surga, "Kami mengadakan pertemuan pastoral pada 3 Agustus. Pada pertemuan itu, semua imam paroki dari seluruh Nepal hadir, dan secara resmi kami memutuskan bahwa petal bunga diberikan di luar Misa."

Dari umat, UCA News mendapat komentar-komentar setelah pengumuman itu. Robert Rai mengatakan, beberapa umat Hindu dan umat Buddha yang datang untuk mengamati atau ambil bagian dalam Misa kini merasa bahwa mereka tidak bisa mendapat apapun secara langsung pada Misa."

Ganesh Parajuli, seorang anggota dewan paroki, ingin agar masalah itu "dibahas dalam dewan sebelum diumumkan kepada umat."

Ada yang menyatakan keprihatinan terutama tentang bagaimana perasaan anak-anak.

"Mungkin akan ada kebingungan ketika Anda mencoba menyerahkan bunga setelah Misa di pintu masuk gereja, karena pasti setiap kali ada puluhan anak yang bingung," jelas Binod Gurung, warga Masyarakat Katolik Nepal (Nepal Catholic Society), badan Gereja yang resmi.

Sunita Tamang, seorang ibu empat anak, mengatakan, "Anak-anak benar-benar menunggu dengan penuh harapan untuk menerima petal bunga seperti semua orang lain. Maka tentu (perubahan itu) akan lebih menyulitkan anak-anak untuk menghadiri Misa Sabtu selama satu setengah jam."

Next Page: 1 | 2 |



 
Dari Asia-Pacific  
Pemerintah China Mengecam Vatikan karena Undang Empat Uskup
Pemerintah RRC yang melarang warga Katoliknya mengakui Paus, menolak sebuah undangan kepada empat uskup China ke Roma, dengan mengatakan hal itu menunjukkan tidak menghormati Beijing. Beijing ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang
9 www.rudiplomirovany.com www.rudiplomirovans.com http://rudiplomirovana.com/--- http://http://rudiplomisty.com/-- http://rudiplomis.com/-- www.rudiplomista.com diploman-doci.com rudiplomista24.com www.rudiplomis24.com www.rudiplomirovan.com http://http://ru-diplomirovanie.com/-- www.ru-diplomirovan.com 9 diploman-doci.com http://https://lands-diplomy.com/specialnosti/stomatolog.html ru-diplomirovans.com www.ru-diplomirovana.com https://ru-diplomirovany.com/--- www.ru-diplomirovanay.com https://ru-diplomirovannie.com/--- http://https://gosznac-diplomy.com/kupit-diplom-v-nizhnem-novgorode 11 http://http://diplomsagroups.com/diplomy-po-specialnosti/diplom-medicinskij.html