Gereja Mungkin Memberi Sejumlah Sekolah Katolik Kepada Pemerintah Jika RUU Baru Disahkan
Thursday, Jul. 15, 2004 Posted: 9:10:34PM PST

HONG KONG (UCAN) -- Gereja Katolik setempat akan menyerahkan beberapa sekolah kepada pemerintah jika dewan legislatif mengesahkan sebuah rancangan undang-undang (RUU) tentang manajemen sekolah yang ditentang Gereja karena turut campur dalam misinya, kata Uskup Hong Kong Mgr Joseph Zen Ze-kiun.
Uskup mengungkapkan keprihatinannya pada doa vigil (tuguran), 6 Juli, untuk memprotes RUU yang diusulkan pemerintah menjelang pertemuan empat hari Dewan Legislatif yang dimulai 7 Juli. Pada pertemuan itu, para anggota dewan legislatif akan mengesahkan RUU itu.
Jika RUU (Amandemen) Pendidikan 2002 disahkan, katanya, "beberapa sekolah Katolik akan sepenuhnya dikembalikan kepada pemerintah karena visi dan misi pengelolaan sekolah-sekolah ini tidak mungkin dipertahankan."
Uskup Zen dan 300 lainnya yang menghadiri doa vigil cahaya lilin, termasuk para imam, suster, guru, dan orangtua, melakukan prosesi mengelilingi gedung Dewan Legislatif selama reli itu untuk mengungkapkan ketidakpuasan mereka.
RUU itu, yang menurut pemerintah akan disahkan sebelum pertemuan dewan legislatif berakhir 10 Juli, akan menuntut setiap sekolah untuk memiliki sebuah komite manajemen sekolah yang anggota pemilihnya termasuk wakil guru, orangtua dan alumni. Para guru, orangtua, dan alumni di sekolah-sekolah dasar dan menengah yang dibantu pemerintah akan dituntut untuk memilih 40 persen dari anggota komite manajemen sekolah.
Lina Chan Lai-na, Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Hong Kong, yang mengorganisir doa vigil di Chater Garden di luar gedung Dewan Legislatif itu, mengatakan kepada UCA News di sela-sela reli itu bahwa peserta mengikuti doa vigil meskipun mereka tahu RUU itu kemungkinan besar akan disahkan.
Anggota Dewan Legislatif dari dua partai politik besar yang pro-pemerintah -- Aliansi Demokrasi untuk Perkembangan Hong Kong dan Partai Liberal -- mengindikasikan bahwa mereka akan mendukung RUU itu.
Maria Wong, seorang pensiunan guru beragama Katolik, mengatakan kepada UCA News di sela-sela doa vigil itu bahwa ia yakin pemerintah ingin menggunakan RUU itu untuk memperoleh lebih banyak kontrol atas sekolah-sekolah milik Gereja.
Seraya mengatakan bahwa sekolah-sekolah Katolik disambut baik dan dihargai di banyak negara, ia merasa heran mengapa pemerintah Hong Kong nampaknya mengabaikan kontribusi yang telah diberikan oleh sekolah-sekolah itu dalam sistem pendidikan di Hong Kong selama beberapa dekade.
Seorang Katolik lain bermarga Chu, yang putranya sedang bersekolah di sebuah sekolah Katolik, mengatakan, ia mendukung sikap Uskup Zen tentang RUU itu. Ia memuji uskup karena "menjelaskan kekhawatirannya tentang RUU itu kepada kami."
Chu mengakui bahwa melibatkan lebih banyak orangtua dalam manajemen sekolah itu baik. Namun ia juga menegaskan kembali keprihatinan uskup bahwa tidak setiap sekolah siap menerapkan sistem yang sama karena perbedaan tradisi dan situasi.
Uskup Zen mengatakan pada konferensi pers yang digelar 5 Juli bahwa keuskupan "mempertimbangkan secara serius untuk memohon kepada pemerintah" soal RUU itu.
Next Page: 1 | 2 |
|