Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Afrika & Timur Tengah
Amerika
Asia-Pasifik
Eropa
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Teknologi
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Asia-Pacific  > General
 

Dialog Antaragama untuk Perdamaian Internasional

Dialog Antaragama Asia Eropa (Asia Europe Interfaith Dialogue) yang berakhir Jumat (22/7), merekomendasikan adanya aksi nyata yang dituangkan dalam Bali Declaration for Building Interfaith Harmony

Saturday, Jul. 30, 2005 Posted: 2:33:59PM PST

Memperkuat rasa saling memahami dan menghormati antarnegara-negara Asia Eropa serta memberikan rekomendasi untuk mengaktualisasikan keharmonisan antaragama di dalam komunitas internasional, adalah semangat yang ingin ditanamkan di benak 174 peserta dari 27 negara Asia dan Eropa dalam pertemuan (ASEM) Bali Interfaith Dialogue bertemakan Membangun keharmonisan antaragama dalam komunitas internasional di Denpasar, Bali, pekan lalu.

Para peserta terdiri dari tokoh agama, intelektual, kalangan media, budayawan, dan para pejabat tinggi pemerintah. Pertemuan tersebut dihadiri pula wakil-wakil dari Takhta Suci Vatikan dan organisasi internasional seperti PBB, UNESCO, Liga Arab, OKI, dan Sekretariat ASEAN yang diundang sebagai peninjau. Dari 39 mitra ASEM, 11 mitra menyatakan bersedia menjadi ko-sponsor, yaitu Inggris, Belanda, Denmark, Filipina, Finlandia, Malaysia, Singapura, Spanyol, Thailand, Yunani, dan Komisi Eropa.

Penyelenggaraan dialog itu merupakan keputusan para pemimpin ASEM dalam KTT ASEM di Hanoi, Oktober 2004. Mereka menyetujui usulan Indonesia dan Inggris sebagai inisiatif penting ASEM dalam menanggapi tantangan global untuk mewujudkan perdamaian dan kemakmuran internasional.

Dialog Bali yang sesungguhnya dapat dimanfaatkan pula untuk membahas sejumlah masalah potensial antaragama, ternyata masih belum bisa lepas dari permasalahan terorisme.

"Kita hanya memiliki sedikit kesempatan di sini selama dua hari ke depan untuk memperkuat nilai-nilai bersama yang menyatukan kita dan memberikan pesan yang kuat kepada mereka yang berusaha memisahkan kita. Saya sedih untuk mengatakan bahwa ada sejumlah orang yang berusaha untuk memecah belah atas nama agama. Kita harus melawan ekstremisme," ujar Menteri Muda Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Kim Howells.

Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda Hassan menyatakan, Indonesia menganggap penting proses dialog antaragama dan antarbudaya karena sejak terjadinya peledakan bom di New York tahun 2001, terdapat keperluan untuk mempromosikan hubungan antaragama dan antarbudaya.

"Dialog dan pencerahan yang akan membimbing kita untuk menyadari sebagai makhluk hidup, kita semuanya adalah anak dari pencipta yang sama yang juga menentukan perjalanan kita kepada takdir yang sama."

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengimbau kepada pemeluk agama untuk memupuk sikap moderat. Dengan sikap tersebut setiap pemeluk agama dapat menahan diri untuk tidak memaksakan keyakinan dan kepercayaan kepada pihak lain.

"Sikap moderat mengharuskan kita menghargai hak orang lain, seperti kita menghargai diri sendiri untuk menghindari aksi kekerasan," kata Presiden saat membuka dialog tersebut.

Setelah dua hari berdialog, hasilnya tertuang dalam Deklarasi Bali. Usulan-usulan yang dihasilkan dalam deklarasi dibagi ke dalam empat bidang, yaitu pendidikan, kebudayaan, media massa, bidang keagamaan, dan masyarakat. Terdiri dari empat butir yang berisi antara lain mendorong terciptanya perdamaian, sikap saling mengasihi, toleransi, melindungi dan meningkatkan HAM, menentang terorisme serta pembunuhan ataupun kekerasan.

Next Page: 1 | 2 |


Sandra Pasaribu

 
Dari Asia-Pacific  
Pemerintah China Mengecam Vatikan karena Undang Empat Uskup
Pemerintah RRC yang melarang warga Katoliknya mengakui Paus, menolak sebuah undangan kepada empat uskup China ke Roma, dengan mengatakan hal itu menunjukkan tidak menghormati Beijing. Beijing ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang