Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Afrika & Timur Tengah
Amerika
Asia-Pasifik
Eropa
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Teknologi
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Asia-Pacific  > General
 

Deklarasi Bali Sepakati Kurikulum Antaragama

Tuesday, Jul. 26, 2005 Posted: 5:52:24PM PST


Pembukaan Pertemuan ASEM di Nusa Dua, Bali, 21 Juli 2005. (Setpres/Dudi Anung)

Negara-negara Asia-Eropa sepakat menerapkan kurikulum antaragama di sekolah menengah pertama untuk menumbuhkan sikap saling memahami antarpemeluk agama dan kepercayaan.

'Dengan adanya kurikulum antaragama, yakni dengan saling mengenal setiap agama, mereka akan melihat banyak nilai agama yang sama,' kata Dirjen Asia dan Eropa Deplu Arizal Effendi ketika menjelaskan pelaksanaan pendidikan sebagai bagian Deklarasi Bali yang dihasilkan dari dialog antaragama Asia-Eropa (Asia Europe Meeting Interfaith Dialogue) di Nusa Dua, Bali, kemarin, Media Indonesia memberitakan.

Kurikulum antaragama itu lebih menonjolkan nilai-nilai kebersamaan, misalnya mengenai perdamaian, semua agama mengajarkan perdamaian, toleransi, dan kasih sayang. Mengapa kurikulum tersebut diterapkan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) karena usia peserta didik di tingkat tersebut tergolong rawan.

'Dengan demikian, anak-anak akan belajar tentang Kristen, Islam, Yahudi, Buddha, Hindu, dan lainnya. Indonesia mungkin akan memasukan kurikulum ini ke dalam mata pelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn),' ujar Arizal.

Butir lain dalam pelaksanaan bidang pendidikan, yakni mengubah kurikulum di lembaga pendidikan berbasis keagamaan menjadi kurikulum nasional. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah marjinalisasi yang mengarah pada ekstremisme.

'Di sejumlah negara, contohnya madrasah atau pesantren, mereka menjauh dari masyarakat dan rentan dipengaruhi kelompok ekstremis. Karena itu, perlu untuk mengembalikan mereka. Kita harus berjuang bersama jika ingin berhasil melawan kaum ekstremis,' ungkap Penasihat Khusus Menlu Inggris, Michael Williams, yang mendampingi Arizal dalam konferensi pers.

Dialog antaragama Asia-Eropa yang berlangsung dua hari, 21-22 Juli, menelurkan Deklarasi Bali dan selanjutnya dijabarkan ke dalam empat bidang, yakni pendidikan, kebudayaan, media, serta agama dan masyarakat.

Pelaksanaan bidang kebudayaan akan diaplikasikan melalui penumbuhan nilai bersama, melakukan pertukaran untuk menciptakan pemahaman lebih baik, dan penumbuhan kesadaran antarbudaya di semua tingkatan, terutama di kalangan remaja.

Pada bidang media akan diaplikasikan antara lain dengan memperkuat dan menjunjung tinggi kebebasan berekspresi bagi kalangan pers, memastikan pelaksanaan etika jurnalisme dan penerapan profesionalisme serta tanggung jawab sosial.

Pada bidang agama dan masyarakat, antara lain, menumbuhkan nilai bersama seperti menerapkan hak asasi manusia, memperkuat pendidikan antaragama, mempromosikan persamaan gender, membuat undang-undang agama dan keyakinan.



Sandra Pasaribu

 
Dari Asia-Pacific  
Pemerintah China Mengecam Vatikan karena Undang Empat Uskup
Pemerintah RRC yang melarang warga Katoliknya mengakui Paus, menolak sebuah undangan kepada empat uskup China ke Roma, dengan mengatakan hal itu menunjukkan tidak menghormati Beijing. Beijing ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang