Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Afrika & Timur Tengah
Amerika
Asia-Pasifik
Eropa
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Teknologi
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Asia-Pacific  > Ph
 

Masyarakat Filipina Berjanji Lanjutkan Karya Jaime Sin

Friday, Jul. 1, 2005 Posted: 2:45:45PM PST

Masyarakat Filipina mengantar jenazah Jaime Kardinal Sin ke tempat peristirahatan terakhir dengan penghormatan dan ungkapan terima kasih kepada orang yang menuntun bangsa itu menuju kebaikan, kebijakan, dan moral, lapor Mirifica.

Jenazah Kardinal Sin dimakamkan di lantai bawah Katedral Metropolitan Manila pada 28 Juni menyusul penghormatan kenegaraan dan Misa pemakaman yang dihadiri sekitar 5.000 orang.

Sebelum Misa pemakaman, Presiden Gloria Macapagal-Arroyo memimpin upacara penghormatan untuk almarhum kardinal, yang meminta masyarakat untuk berdoa semalam suntuk di jalan-jalan. Sin adalah kardinal Filipina pertama yang dimakamkan dengan penghormatan kenegaraan.

Uskup Balanga Mgr Socrates Villegas, bekas sekretaris Kardinal Sin, menyampaikan kotbah pada Misa yang diadakan seusai upacara kenegaraan. Ia mengatakan, kata terakhir kardinal adalah "vamos" (bahasa Spanyol yang berarti "mari kita pergi"). Uskup Villegas menceritakan bagaimana hal ini konsisten dengan karakter Kardinal Sin yang sering mengajak masyarakat. "Beliau tidak meninggalkan kita; beliau berjalan bersama kita, dan menggandeng tangan kita saat kita berjalan melewati hidup yang tidak menentu," kata Uskup Villegas dalam homilinya.

Uskup Villegas mengatakan, " karena Anda meminta kami untuk mengupayakan perdamaian, maka kami akan menjadi pembawa damai. Kami, yang Anda tinggalkan, akan berjuang melawan pemerintahan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral, seperti dulu selalu Anda lakukan."

Ricardo Kardinal Vidal dari Cebu dan Uskup Agung Fernando Capalla, Ketua Konferensi Waligereja Filipina, berbicara di akhir Misa.

Ia mengatakan, meskipun kematian Kardinal Sin meninggalkan kekosongan saat bangsa membutuhkan "suara untuk menyuarakan kebenaran," ia tidak meninggalkan suatu bangsa yang tidak berdaya. "Kebenaran yang disuarakan beliau kepada kita akan membimbing kita untuk menuntut keadilan, karena bukankah kita sekarang ini menginginkan keadilan yang sama, kebijakan yang sama, hal-hal yang sama seperti yang dikatakan beliau ketika masih bersama kita?"

Sambil berterima kasih kepada almarhum kardinal, ia berjanji, "Kami, para uskup saudara Anda, akan melanjutkan karya kerasulan besar yang Anda tinggalkan dalam mewujudkan persatuan bangsa."

Pemimpin Gereja Asia yang menghadiri pemakaman itu antara lain Paul Kardinal Shan Kuo-hsi SJ dari Kaohsiung, Taiwan; Shirayanagi Kardinal Seiichi, pensiunan uskup agung Tokyo; Julius Kardinal Darmaatmadja SJ dari Jakarta; dan Uskup Agung Yangon Mgr Charles Maung SDB. Kardinal Roger Mahoney dari Los Angeles, Amerika Serikat, juga hadir.

Uskup Agung Antonio Franco, Duta Vatikan untuk Filipina, membacakan pesan Paus Benediktus XVI yang dikirim kepada Uskup Agung Manila Mgr Gaudencio Rosales. Paus menulis:

"Saya sangat sedih atas kematian Jaime Kardinal L. Sin. Saya menyampaikan belasungkawa setulus hati kepada Anda dan semua klerus, religius, dan umat awam di Keuskupan Agung Manila. Sambil mengenang dengan penuh rasa terima kasih atas komitmen Kardinal Sin untuk mewartakan Injil dan menjunjung tinggi martabat manusia, kepentingan bersama, dan persatuan bangsa Filipina, saya ikut bersama Anda berdoa agar Allah Bapa yang penuh ampun akan menganugerahkan kepadanya penghargaan atas karyanya dan menerima arwahnya yang mulia ke dalam kebahagiaan dan kedamaian Kerajaan Allah yang abadi. Kepada semua umat yang menghadiri Misa pemakaman secara kristiani, saya menyampaikan berkat kepausan sebagai janji penghiburan dan kekuatan dalam Tuhan."

Next Page: 1 | 2 |


Eva N.

 
Dari Asia-Pacific  
Pemerintah China Mengecam Vatikan karena Undang Empat Uskup
Pemerintah RRC yang melarang warga Katoliknya mengakui Paus, menolak sebuah undangan kepada empat uskup China ke Roma, dengan mengatakan hal itu menunjukkan tidak menghormati Beijing. Beijing ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang