Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > Right
 

Megawati Meminta Papua Bersabar Soal Otonomi Khusus

Friday, Aug. 27, 2004 Posted: 8:42:57AM PST

Presiden Megawati Sukarnoputri menegaskan Undang-undang Otonomi Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua tidak perlu terburu-buru didalam pelaksanaannya. Sebab, Otonomi Khusus (Otsus) memerlukan kajian yang cukup mendalam agar benar-benar bermanfaat dan dinikmati masyarakat Papua. Penegasan itu disampaikan Megawati menanggapi keprihatinan 25 pimpinan gereja se-Indonesia di Jayapura, Papua, Rabu (25/8), atas belum dilaksanakannya UU Otsus.

Menurut Megawati, pemberlakukan UU Otsus dan pembentukan Majelis Rakyat Papua masih dalam proses. Otsus diharapkan dapat mengangkat status Papua yang serba tertinggal dalam bidang sosial, ekonomi, dan politik dibandingkan dengan provinsi lain. Megawati kembali menegaskan bahwa dirinya selalu memperhatikan pembangunan Indonesia secara keseluruhan tanpa membedakan indonesia barat dan Indonesia timur. Ia juga berharap pembangunan jalan di daerah Papua diteruskan dan pembukaan kembali penerbangan Timika-Darwin.

Sekadar mengingatkan, keprihatinan pemimpin gereja itu cukup beralasan. Harapan untuk meningkatkan kesejahteraan Papua muncul seiring terbitnya Instruksi Presiden Nomor 21/2001. Namun belum lagi berjalan, pemerintah pusat mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemekaran Wilayah Papua yang membelahnya menjadi dua provinsi, yakni Irian Jaya Barat dan Papua. Selain mementahkan harapan untuk hidup lebih baik, Inpres itu akhirnya menyulut konflik horizontal antara kelompok yang pro dan kontra pemekaran. Di Timika, Oktober silam, enam orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat isu pertentangan Inpres tersebut.

Liputan6.com




 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang