Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > Nation
 

Kasus Penutupan Gereja Dilaporkan ke PBB

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta telah melaporkan kasus penutupan sejumlah gereja ke Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Diharapkan kasus ini dibahas di Komisi HAM PBB pada Maret 2006

Thursday, Nov. 3, 2005 Posted: 6:39:39PM PST

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta telah melaporkan kasus penutupan sejumlah gereja ke Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Diharapkan kasus ini dibahas di Komisi HAM PBB pada Maret 2006.

Hal itu diungkapkan Ketua LBH Jakarta, Uli Parulian Sihombing, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/11). Dia didampingi juru bicara Ahmaidyah, Mubarik Ahmad dan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Jakarta, Chevrolet Lumban Toruan, Suara Pembaruan memberitakan.

"Kemarin (Senin, Red) kami sudah melayangkan surat kepada Komisi HAM PBB agar masalah Ahmadiyah dan penutupan sejumlah gereja itu dibahas dalam sidang mereka Maret 2006 mendatang," kata Uli.

Menurut dia, pada sidang Komisi HAM PBB mendatang, pemerintah Indonesia akan dimintai keterangan seputar kedua kasus itu. Dia berharap agar masalah ini menjadi perhatian serius dari pemerintah.

LBH Jakarta memyesalkan kinerja aparat keamanan dalam menangani kedua kasus itu. Hingga saat ini, polisi belum menetapkan satu pun tersangka perusakan gedung Ahmadiyah di Parung, Bogor, dan aksi penutupan sejumlah gereja.

Sementara itu, menurut Mubarik, warga Ahmadiyah belum mendapatkan kepastian tentang izin penggunaan kembali gedung-gedung mereka yang disegel aparat. Padahal, gedung-gedung itu sangat dibutuhkan warga Ahmadiyah untuk melakukan Shalat Id pada saat Hari Raya Idul Fitri nanti.

"Gedung di Parung hanya bisa digunakan Shalat Id oleh warga yang tinggal di kompleks Ahmadiyah. Itu pun hanya izin lisan. Jumlahnya hanya sekitar dua ratus orang. Biasanya, warga Ahmadiyah yang melakukan Shalat Id di Parung mencapi seribu orang," kata Mubarik.



Maria F.

 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang