Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > Nation
 

Draf Revisi SKB Undang Multi Tafsir

Beberapa pihak memandang draf revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1/BER/MDN-MAG/1969 tentang Aturan Pendirian Tempat Beribadah mengundang kontroversi

Friday, Oct. 14, 2005 Posted: 11:09:34AM PST

Beberapa pihak memandang draf revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1/BER/MDN-MAG/1969 tentang Aturan Pendirian Tempat Beribadah mengundang kontroversi.

Sejumlah pasal draf SKB hasil revisi tersebut dinilai mengandung multi tafsir akibat dari parameter pelaksanaan yang kurang jelas.

Penilaian itu mengemuka dalam diskusi yang diadakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Persatuan Mahasiswa Kristen se-Indonesia yang diadakan di Media Center JMC, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (13/10).

Hadir dalam diskusi itu Ketua Litbang Depag yang juga anggota Tim Revisi Atho Mudzhar, Dirjen Kesatuan Bangsa Depdagri yang juga Ketua Tim Revisi Sudharsono, Ketua Komisi Hak Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Benny Susetyo dan Wakil Sekretaris Umum Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt Weinata Sairin.

Menurut Romo Benny, permasalahan yang muncul adalah banyaknya multi tafsir dari revisi SKB itu. Dia mendesak revisi itu nantinya menjadi jelas, terutama soal pendirian rumah ibadah yang harus mendapat izin dari masyarakat sekitar. “Tidak rincinya penjelasan SKB itu menyebabkan persepsi yang salah di masyarakat,” kata Romo Benny seperti dikutip detik.com.

Menanggapi hal itu, Atho Mudzhar menyatakan, tim revisi telah merencanakan beberapa langkah. Hal itu adalah menambah koordinasi di jajaran pemda untuk pembinaan kerukunan beragama, pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama dan pendirian rumah ibadah yang terkoordinasi dengan baik.

“Hingga saat ini rancangan revisi ini masih dalam proses,” ujar Atho.

Romo Benny justru mempertanyakan koordinasi dan parameter yang disediakan pemerintah dalam merencanakan revisi tersebut. “Harus ada parameter yang jelas serta koordinasi dari pemerintah dan forum yang dibentuk tersebut,” ujarnya.



Sandra Pasaribu

 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang