Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > Right
 

SKB Bersama Mengenai Rumah Ibadah Akan Tetap Dipertahankan

Menteri Agama: SKB Tidak Diskriminatif

Friday, Dec. 17, 2004 Posted: 1:03:33PM PST

Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang Rumah Ibadah menurut Menteri Agama Muhammad M.Basyuni tetap dipertahankan dan tidak akan diubah. Menurut Basyuni hasil telaahan Departemen Ahama tentang SKB tersebut, telah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar SKB ditelaah.

Sementara itu Kepala Litbang Atho Muzhar mengatakan hasil kajian naskah dan pelaksanaan SKB tidak ada pasal yang bersifat diskriminatif. " SKB itu hanya terdiri dari 5-6 ayat. Itu berarti tidak diskriminatif. Dari segi naskah, SKB tidak diskriminatif. Jadi kalau ada pendapat itu diskriminatif saya kira tidak benar," kata Atho.

Ia melanjutkan, sebenarnya masalah pendirian rumah ibadah bukan hanya umat kristiani yang merasa terganjal. " Tidak, sama saja. SKB itu maksudnya jangan sampai niat baik suatu umat beragama mendirikan rumah ibadah justeru menghasilkan terusiknya ketenteraman masyarakat di situ. Jadi tidak produktif. Itu jiwa SKB-nya yang diperintahkan bagi aparat Depdagri dan Depag," katanya.

Dari praktek di lapangan ia sering mendengar kelompok agama yang sering merasa dipersulit. " Sebetulnya itu tidak begitu. Kalau kita pergi ke daerah A yang merasa dipersulit agama B, Kalau kita pergi ke daerah C yang merasa dipersulit agama D," tegas Atho.

Menurutnya, kekurangan yang selama ini terjadi di lapangan jika ingin mendirikan rumah ibadah itu adalah kurangnya konsultasi dan komunikasi dengan pemuka agama setempat sehingga kurang difahami maksudnya. Padahal jika konsultasi dapat dicapai beberapa kompromi. Pemuka agama bertanggung jawab atas ketenteraman kaumnya. " Dan itu terjadi bukan hanya kelompok agama tertentu tapi kelompok agama lain yang kebetulan dia minoritas, " kata Atho.

Ia menyambut baik ada upaya beberapa denominasi dengan cukup menggunakan 1 gereja. " Saya kira itu langkah yang baik karena kalau dalihnya itu perpecahan internal ya itu tadi 2-3 orang mau buat gereja, " ujar Atho.



Nofem Dini

 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang