Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > Nation
 

Penginapan Gratis Kepada Peziarah Sendangsono

Tuesday, Jun. 22, 2004 Posted: 1:28:03AM PST

YOGYAKARTA, DIY -- Seorang awam Katolik menawarkan penginapan gratis di sebuah rumah yang dibangun di atas tanah miliknya untuk para peziarah yang mengunjungi Gua Maria Sendangsono di Yogyakarta.

"Yang membangun rumah ini betul-betul Bunda Maria. Tidak mungkin saya sendiri membangun dan membiayainya tanpa bantuan Bunda Maria," tegas Aloysius Agus Suparto, 62, seorang bekas sopir di Kolese Ignatius yang dikelola Serikat Yesus di Kotabaru, Yogyakarta.

Ia membutuhkan waktu sembilan tahun untuk membangun Wisma Siloam, jelasnya. "Dengan memohon bantuan Bunda Maria, saya mengumpulkan batu, membeli batu bata dan semen sedikit demi sedikit, dan mulai membangun jika tersedia bahan-bahan bangunan," katanya.

Setelah selesai dibangun, lanjutnya, "saya ingin mempersembahkan rumah ini kepada Bunda Maria sebagai pemiliknya, dengan cara menyediakan rumah ini secara gratis bagi para peziarah yang ingin menemui Bunda Maria."

Rumah seluas 200 meter persegi dan berlantai dua itu memiliki dua ruang terbuka yang cukup luas. Di kedua ruang itu disediakan sejumlah tikar sebagai alas tidur bagi para peziarah. Juga terdapat dua kamar tertutup yang berisi tempat tidur dan kasur busa yang sederhana untuk pasangan suami-isteri. Rumah yang terletak 25 meter sebelah barat Gua Maria Sendangsono itu bisa menampung sekitar 80 orang.

Nama Sendangsono berarti "mata air yang mengalir di bawah pohon." Dari sinilah benih-benih iman Katolik mulai disebarkan 100 tahun lalu di Jawa. Pada 14 Desember 1904, Pastor Frans van Lith SJ memberkati mata air itu dan menggunakan air itu untuk membaptis 171 orang Jawa. Merekalah umat Katolik Jawa yang pertama.

Gua Maria Sendangsono dikelola oleh Paroki St. Maria Lourdes di Promasan, barat laut Yogyakarta. Gua itu merupakan Gua Maria paling terkenal di tanah air.

Tanah tempat mata air yang digunakan oleh Pastor van Lith dan Gua Maria Sendangsono itu adalah milik keluarga Suparto. Salah seorang anggota keluarga itu adalah orang Katolik Jawa yang dibaptis pertama kali di sana. Keluarga itu memberikan sebidang tanah seluas 3.000 meter persegi kepada Gereja.

Rumah untuk para peziarah itu dibangun di dekat rumah Suparto, tempat kelahirannya. Di sana, ia menjual makanan, minuman, dan berbagai benda rohani.

Suparto menjelaskan bahwa ia membangun rumah itu karena merasa prihatin dengan para peziarah, khususnya orang tua, yang datang untuk berdoa kepada Bunda Maria. Mereka sering berdoa hingga larut malam atau dini hari, kemudian tidur di tempat terbuka, katanya. Sekarang, jika udara di luar sangat dingin, mereka bisa "masuk ke rumah itu untuk melanjutkan doa mereka."

Berdoa dan berpuasa hingga larut malam merupakan bagian dari tradisi spiritual di Jawa. Warga desa, khususnya orang tua, menjalani matiraga selama hari-hari dalam kalender Jawa yang dianggap memiliki nilai spiritual untuk memperkuat diri mereka. Untuk melaksanakan tradisi yang mengakar dalam mistik Jawa ini, umat Katolik berdoa di sejumlah Gua Maria, termasuk Sendangsono.

Suparto mengatakan, ia tidak pernah berhenti bersyukur kepada Allah karena ia dilahirkan di dekat Gua Maria Sendangsono, "magnet" yang menarik banyak peziarah, bahkan dari manca negara.

Next Page: 1 | 2 |


Yunita Lee

 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Thursday, Nov. 10 2005 7:41:02PM PST
Indonesia Suram Tanpa Pluralisme
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pra Sidang Raya Dewan Gereja se-Dunia Akan Digelar di Sulut
Konsultasi Nasional Gereja-gereja di Indonesia Digelar
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang