Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > NGO
 

Tujuh Bom Ditemukan di Sekolah dan Gereja

Thursday, Oct. 21, 2004 Posted: 7:53:55PM PST

Ambon -- Sedikitnya tujuh bom rakitan ditemukan seorang pemulung bernama Octo Yeuyanan di tempat pembuangan sampah Komplek Perumnas Ohoijang - Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (19/10) malam.

Lima bom ditemukan di tempat sampah depan gereja St Yakobus, sedangkan dua bom lainnya ditemukan di depan SMK Negeri 1 Tual, ibu kota Maluku Tenggara.

Warga setempat gempar menyusul penemuan tersebut bahkan warga juga sempat berduyun-duyun mendatangi tempat itu untuk mengetahui sampai sejauh mana kondisi bom tersebut. Membludaknya warga ini cukup mengganggu upaya penjinakan bom oleh Tim Jihandak Polres Maluku Tenggara sehingga aparat terpaksa menjauhkan mereka dari lokasi itu.

Upaya Tim Jihandak yang berhasil menjinakkan ketujuh bom rakitan tersebut sangat melegakan warga yang ada di sekitarnya. Mereka memberikan tepuk tangan ketika satu persatu tim berhasil mengurai bom yang diduga memiliki daya ledak cukup tinggi. Semula tim menjinakkan bom di depan gereja St Yakobus kemudian dilanjutkan di SMK Negeri 1 Tual yang masih berada di komplek Perumnas Ohojiang-Watdek tersebut.

Belum ada penjelasan resmi mengenai asal muasal bom rakitan di dua tempat tersebut. Kapolsek Kei Kecil, Ipda J Rupilu enggan memberikan penjelasan, sementara Kapolres Maluku Tenggara AKBP Mangatas Tambunan hingga Rabu (20/10) sulit dihubungi.

Dikorek

Sementara itu Yeuyanan kepada wartawan mengaku dirinya pertama kali menemukan dua bom yang diletakkan di tempat pembuangan sampah depan SMK Negeri 1 Tual. Dua bom tersebut, menurutnya, langsung dipastikan sebagai bom rakitan sebab yang satu dikemas dalam kaleng sedangkan yang satunya lagi dikemas dalam botol.

ˇ±Setelah menemukan kedua bom rakitan tersebut saya kemudian memberitahukannya kepada keluarga saya dan kemudian saya melanjutkan pekerjaan saya namun tiba-tiba ada satu truk pengangkut sampah yang membuang sampah di depan Gereja St Yakobus Tual. Saya kemudian mencoba mengorek sampah tersebut tetapi ternyata saya kembali menemukan lima buah bom rakitan berukuran panjang 20 cm dan berdiameter tujuh cm yang diisi dalam satu karton bekas makanan ringan,ˇ± paparnya.

Setelah menemukan tujuh bom rakitan tersebut, Yeuyanan kemudian melaporkannya ke Polsek Kei Kecil. Kapolsek Kei Kecil, Ipda J Rupilu bersama tim Jihandak Polres Maluku Tenggara langsung mengamankan lokasi dan menjinakkan ketujuh bom tersebut.

Sinar Harapan




 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang