Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Arsip
Penganiayaan
Strategi Misi
Umum
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Missions  > General
 

Para Misionaris Membantu Para Korban Yang Selamat di Wilayah Paling Parah Terkena Bencana

Wednesday, Feb. 2, 2005 Posted: 4:14:03PM PST

Sejak bencana gempa-tsunami besar melanda kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia pada 26 Desember lalu, banyak misionaris asing yang datang memberikan pertolongan langsung kepada para korban.

Para misionaris ini mengunjungi propinsi Nanggroe Aceh Darussalam ( NAD ), Indonesia karena disana paling banyak terdapat jumlah korban yang meninggal dan korba-korban yang selamat perlu segera mendapatkan bantuan.

Aceh merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang paling parah terkena gempa-tsunami karena lokasinya dekat dengan pusat gempa saat kejadian. Sehingga ribuan orang banyak yang tersapu oleh tsunami dan data yang pasti mengenai jumlah korban yang meninggal tidak diketahui dengan jelas.

Sejak diberlakukannya Darurat Militer dan Sipil di Aceh, para misionaris Kristiani kurang mendapat sambutan hangat dari pemeritah selama bertahun-tahun. Tapi sikap mereka dapat mencair setelah kedatangan mereka ke Aceh pasca tsunami, murni memberikan bantuan kemanusiaan berupa kriman makanan dan air bersih.

Beberapa ministry yang ada di Jakarta juga telah mengirimkan tim medis dan bantuan obat-obatan ke wilayah Nias, Aceh dan Sumut. Tidak hanya itu, bantuan berupa bahan-bahan makanan juga telah dikirim secara bergilir.

Bantuan tidak hanya dikonsentrasikan di Aceh saja tapi juga di Nias dan Sumut. Beberapa misionaris memberikan bantuan bahan-bahan kebutuhan pokok seperti beras, pakaian, selimut dan tenda. Para misionaris ini rela menempuh jarak yang panjang dan waktu yang lama untuk bisa memberikan bantuan dari Aceh ke Nias dengan menggunakan bus, truk dan fery selama 15 jam.



Sandra N. Natalia

 
Dari Missions  
Jemaat HKBP Getsemane Jati Mulya Mengalah
Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)Getsemane di Jati Mulya, Bekasi, membuat kesepakatan untuk tak menjadikan rumah tempat tinggal sebagai tempat ibadah. Untuk sementara, jemaah HKBP Getsemane ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang