Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Arsip
Penganiayaan
Strategi Misi
Umum
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Missions  > Persecution
 

Pendeta HKBP Harapkan Kebebasan Beribadah Bagi HKBP Getsemane

Saat ditanya bagaimana penyelesaian permasalahan tersebut, Pdt Sihite mengatakan bahwa hal itu sangat bergantung kepada itikad baik Pemerintah Kabupaten Bekasi

Thursday, Oct. 27, 2005 Posted: 4:23:21PM PST

Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt MH Sihite, STh mengharapkan kebebasan beribadah segera pulih di HKBP Getsemane, Jatimulya, Bekasi, Ressort Pondok Gede yang akhir-akhir ini sering terganggu akibat ada pihak-pihak yang tidak menghendaki pelaksanaan ibadah di gereja tersebut.

Harapan itu diungkapkan Pdt MH Sihite saat diwawancarai wartawan Radio Elshinta Irvan Purba, Senin 24 Oktober 2005 di kantor Kepala Departemen Marturia.

Saat ditanya bagaimana penyelesaian permasalahan tersebut, Pdt Sihite mengatakan bahwa hal itu sangat bergantung kepada itikad baik Pemerintah Kabupaten Bekasi. Beliau percaya apabila Pemkab Bekasi bersedia memfasilitasi dialog di antara pihak-pihak terkait maka suasana kemerdekaan beribadah dan kerukunan antarumat beragama akan lebih mudah tercipta.

Dalam wawancara tersebut, Pdt MH Sihite didampingi oleh Kepala Biro Umum HKBP Pdt Tumpak Siahaan dan Sekretaris Biro Informasi HKBP Pdt Thomson MP Sinaga.

Pdt MH Sihite sebagai Pimpinan HKBP juga menegaskan bahwa HKBP senantiasa mengharapkan suasana damai dan rukun antarsesama umat beragama yang saling berbeda kepercayaan sesuai hakikat agama itu sendiri sebagai pembawa damai dan sukacita.

Berdasarkan laporan Pdt Maruli Lumbantobing, STh (Pendeta HKBP Getsemane) kepada Pimpinan HKBP diketahui bahwa peristiwa penutupan itu bermula Sabtu, 10 September 2005 sekitar pukul 08.00 WIB saat pegawai kebersihan gereja memebri ninformasi bahwa jalan masuk ke gereja telah ditutup atas nama warga. Sejak itu telah berkali-kali diadakan musyawarah dengan warga setempat namun tidak mencapai kesepakatan yang memuaskan warga gereja. Sampai Minggu kemarin ibadah Minggu tetap dilaksanakan namun mengambil temapt di jalan raya dekat gereja.

Berdasarkan Pengumuman Sekda Kabupaten Bekasi No. 300/444/...PP (kurang jelas) tertgl 30 September 2005 gereja itu dinyatakan ditutup. Surat Bupati No. 450/1728/Sosial tertgl 5 Oktober 2005 juga memperkuat hal ini.

Ditambahkan oleh Pdt MH Sihite bahwa HKBP--melalui Rapat Praeses tgl 17-19 Oktober 2005 yang lalu--juga menerbitkan surat penggembalaan untuk menyikapi peristiwa dimaksud sekaligus memberikan penghiburan bagi warga jemaat yang terganggu kebebasannya untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.




Nita Lee

 
Dari Missions  
Jemaat HKBP Getsemane Jati Mulya Mengalah
Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)Getsemane di Jati Mulya, Bekasi, membuat kesepakatan untuk tak menjadikan rumah tempat tinggal sebagai tempat ibadah. Untuk sementara, jemaah HKBP Getsemane ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang