Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Arsip
Penganiayaan
Strategi Misi
Umum
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Missions  > Persecution
 

Sekolah Sang Timur Diliburkan Dua Hari

Monday, Oct. 4, 2004 Posted: 3:28:10PM PST

Jakarta -- Menyusul aksi sekelompok massa yang menembok pintu masuk Yayasan Pendidikan Karya Sang Timur di Karang Tengah, Kota Tangerang, pihak yayasan memutuskan untuk meliburkan sekitar 3.000 siswanya selama dua hari, yaitu Senin (hari ini) dan Selasa (besok). Keputusan diambil supaya yayasan memiliki waktu yang cukup untuk mencari solusi atas penembokan gerbang masuk sekolah.

"Kami tidak mungkin memasukkan anak-anak melalui pintu kecil di belakang. Kami berharap agar ada solusi yang baik supaya kegiatan belajar mengajar bisa kembali berlangsung," kata Suster Theodora, pengurus Yayasan Pendidikan Karya Sang Timur, Minggu (3/10).

Yayasan Pendidikan Karya Sang Timur yang adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Di Karang Tengah yayasan ini mempunyai sekolah TK, SD, SMP, dan SLB dengan jumlah siswa sekitar 3.000 anak.

Menurut Suster Theodora, sejak 12 tahun lalu sebagian areal di kompleks sekolah tersebut memang dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah. Hal ini dilakukan mengingat jumlah umat yang menumpang beribadah di sana mencapai 8.900 orang, sementara izin pembangunan gereja yang direncanakan sejak lebih dari 12 tahun hingga saat ini belum juga terbit.

"Kami sudah melakukan upaya, tetapi sampai sekarang izin tidak pernah keluar. Depag (Departemen Agama) sendiri memang meminta supaya ditutup, tetapi umat mau dikemanakan? Kami minta jalan keluar, tetapi sampai sekarang tidak ada," katanya.

Sekitar bulan Februari 2004, desakan untuk menutup tempat ibadah mulai muncul. Puncaknya terjadi pada Minggu kemarin. Sekelompok massa mendatangi tempat itu. Beramai-ramai mereka membongkar pagar pintu utama. Setelah pagar roboh, mereka membakar ban di atas pagar yang roboh itu. Selanjutnya plang bertuliskan nama yayasan diturunkan. Gerbang kemudian ditembok menggunakan batako sehingga menutup akses jalan.

Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Pemerintah Kota Tangerang Ahmad Chairuddin menyatakan, saat ini pemkot berada dalam posisi yang dilematis. Sejumlah solusi ditawarkan, termasuk membuat kawasan khusus peribadatan bagi umat Kristiani. Namun masyarakat selalu menolak. Sedangkan berharap pada izin resmi pembangunan gereja prosesnya lama dan terkatung-katung.

"Kami hanya mengimbau kepada masyarakat agar tidak berbuat anarkis," katanya. (MAS)

KCM




 
Dari Missions  
Jemaat HKBP Getsemane Jati Mulya Mengalah
Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)Getsemane di Jati Mulya, Bekasi, membuat kesepakatan untuk tak menjadikan rumah tempat tinggal sebagai tempat ibadah. Untuk sementara, jemaah HKBP Getsemane ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 10:52:48AM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang