Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Arsip
Penganiayaan
Strategi Misi
Umum
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Missions  > Persecution
 

SMU Katolik Santa Maria Surabaya Diancam Bom

Thursday, Sep. 16, 2004 Posted: 10:43:22AM PST

Makasar - Kantor KPU Kota Makassar yang terletak di Jalan Letjen Hertasning Raya 18 Makassar, sekitar pukul 09.45 Wita diancam bom oleh orang tak dikenal. Ancaman tersebut diterima oleh staf umum KPU, Ham Suryadi dari seorang penelpon lelaki yang tidak diketahui identitasnya.

Pada saat itu staf KPU sedang melakukan kegiatan penyusunan formulir dan amplop yang akan dibagikan ke PPK dan PPS. Ancaman itu dilaporkan ke Polresta Makassar Timur, dan petugas segera memblokir kantor KPU dan memerintahkan seluruh karyawan meninggalkan kantor itu.

Tak lama kemudian tim Gegana Polda Sulsel tiba di lokasi dan melakukan penyisiran. Bom yang menurut ancaman akan meledak satu jam kemudian, ternyata tidak ditemukan.

Ancaman bom serupa dialami SMA Katolik Santa Maria Surabaya di kawasan Raya Darmo Selasa (14/9) siang. Ancaman bom tersebut disampaikan melalui telepon pada Selasa (14/9) siang sekitar 10.30. Telpon dari seorang wanita yang mengatakan gedung SMA Katolik Santa Maria akan meledak 30 menit lagi tersebut diterima salah seorang staf SMA Santa Maria bernama Yayuk.

Yayuk kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kepala Sekolah SMA Santa Maria, dan pihak Kepala Sekolah langsung melanjutkan ke Polsek Tegalsari. Polsek Tegalsari kemudian berkoordinasi dengan Polda Jatim yang langsung mengirim satu unit Tim gegana .

Tim Gegana ini melakukan penyisiran pada setiap ruangan di SMA Santa Maria. Proses penyisiran tersebut tidak mempengaruhi para siswa yang tetap melangsungkan aktivitas proses belajar mengajar.

Meskipun menerima ancaman bom, pihak Santa Maria tidak memulangkan atau meliburkan siswa. Tim gegana melakukan penyisiran di sela-sela proses belajar mengajar.

Sampai sejauh ini, kondisi masih relatif aman karena setelah dilakukan penyisiran, tim gegana tidak menemukan adanya bom. Menurut keterangan pihak Santa Maria, sekitar dua tahun yang lalu pihaknya juga pernah menerima ancaman bom semacam itu. Pada saat itu, semua siswa dipulangkan sebelum Tim Gegana Polda Jatim datang melakukan penyisiran.

Pembaruan




 
Dari Missions  
Jemaat HKBP Getsemane Jati Mulya Mengalah
Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)Getsemane di Jati Mulya, Bekasi, membuat kesepakatan untuk tak menjadikan rumah tempat tinggal sebagai tempat ibadah. Untuk sementara, jemaah HKBP Getsemane ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 10:52:48AM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang