Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Arsip
Penganiayaan
Strategi Misi
Umum
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Missions  > Strategy
 

Weinata Sairin: Pola Pekabaran Injil Perlu Pengkajian

"Gereja perlu memeriksa dirinya apakah pemberitaan kabar baik yang disampaikan selama ini hanya sebagai upaya untuk menambah jumlah anggota gereja atau memperbesar gereja secara kwantitas. Hal ini harus menjadi perhatian kita, sebab sebagai gereja k

Monday, Oct. 24, 2005 Posted: 1:07:02PM PST

Pola Pekabaran Injil (PI) dewasa ini perlu dikaji ulang. Hal ini penting mengingat masalah ini dinilai telah menjadi sumber pemicu konflik. Untuk itu, agar persoalan ini tidak berlarut dan menuai pemahaman dan prasangka yang keliru, dengan dalih kristenisasi. Maka gereja perlu melakukan introspeksi.

"Gereja perlu memeriksa dirinya apakah pemberitaan kabar baik yang disampaikan selama ini hanya sebagai upaya untuk menambah jumlah anggota gereja atau memperbesar gereja secara kwantitas. Hal ini harus menjadi perhatian kita, sebab sebagai gereja kita dituntut untuk menjadi berkat buat banyak orang dan masyarakat bukan sebagai sumber konflik," ujar Wakil Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja Indonesia (MPH-PGI), Pdt Weinata Sairin MTh dalam Konven Nasional Pria Kaum Bapa yang digelar di Tatelu Kecamatan Dimembe, Kamis (20/10).

Senada dengan itu, Ketua Umum MPH-PGI, Pdt Dr Andreas A Yewangoe juga menegaskan bahwa sebagai umat Kristen kita memiliki tanggungjawab sebagai 'garam dan terang dunia'. Hal ini harus semakin memberikan kesadaran bahwa kehadirannya di tengah-tengah masyarakat di Indonesia akan membawa dampak positif. "Gereja mesti menjadi berkat di dalam masyarakat di mana dia berada. Andaikata kehadiran gereja menimbulkan prasangka terhadap masyarakat sekitarnya, maka gereja perlu menginstrospeksi, jangan-jangan kecurigaan ini benar," ujar Yewangoe seraya menambahkan bahwa di Indonesia dewasa ini sangat marak isu kristenisasi, kendati hal ini tidak pernah termuat dalam program gereja sekalipun.

Konven nasional yang dihadiri 11 sinode ini juga turut dihadiri Presiden The International Institute of Islamic Thought Indonesian, Prof Dr M Dawam Raharjo. Ia menyatakan, meski dirinya seorang Muslim namun dalam acara tersebut dirinya telah memberikan contoh bagaimana membangun suatu kerukunan hidup yang sejati. Dalam penjelasan mengenai sekularisme, pluralisme dan kebebasan beragama, Dawam memberikan berbagai masukan bagi kaum bapa. "Kita harus mensyukuri jika sampai saat ini kita hidup dalam situasi yang penuh perbedaan. Pluralisme itu rahmat bukan bencana. Karena itu, kita harus menjunjung tinggi kebebasan beragama. Bebas untuk memilih agama, bebas untuk tidak beragama maupun pindah agama. Namun jangan sekali-kali mengkritik keyakinan orang lain apalagi mencelanya," tandas Dawam.

Ia juga menegaskan agar Surat Keputusan Bersama (SKB) segera dicabut oleh pemerintah dan diganti dengan UU Kebebasan Beragama bukan dengan UU Keukunan Umat Beragama (KUB) yang diprediksikan akan membawa masalah.



Sandra Pasaribu

 
Dari Missions  
Jemaat HKBP Getsemane Jati Mulya Mengalah
Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)Getsemane di Jati Mulya, Bekasi, membuat kesepakatan untuk tak menjadikan rumah tempat tinggal sebagai tempat ibadah. Untuk sementara, jemaah HKBP Getsemane ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang