Kristiani Dunia Bertekad Mengakhiri Kemiskinan Pada Tahun 2005
"Kristiani mempunyai tugas untuk membela yang membutuhkan pertolongan dan untuk berseru melawan ketidak-adilan."
Monday, Dec. 27, 2004 Posted: 12:41:17PM PST

Mengejar tahun 2005, panggilan dari Inggris untuk mengakhiri kemiskinan dunia bangkit. Lebih dari 100 partisipan yang terdiri dari agen-agen bantuan, kelompok-kelompok kampanye, gereja-gereja, dan persatuan-persatuan telah bergabung untuk membentuk koalisi dunia yang dikenal sebagai Make Poverty History (Membuat Kemiskinan Menjadi Sejarah).
Organisasi-organisasi seperti Tearfund, CAFOD, Christian Aid, World Vision, Oxfam, Save the Children dan masih banyak lagi organisasi-organisasi dunia yang terkenal lainnya, dimana mereka telah mempunyai pengalaman berdekade lamanya dalam menanggulangi kemiskinan di negara kurang berkembang, masuk dalam koalisi ini.
Pada tahun 2005, pemerintah Inggris akan menjamu pertemuan dari pemimpin-pemimpin G8 pada bulan Juli. Koalisi Make Poverty History melihat 2005 sebagai kesempatan unik bagi Inggris untuk mempengaruhi negara-negara industrialis. Kelompok ini bertujuan untuk mendesak pemerintahan Inggris memimpin langkah dalam mengatasi kemiskinan dunia melalui perdagangan yang adil, pembebasan hutang dan bantuan yang lebih baik.
Direktur pembelaan Tearfund, Andy Atkins, mengatakan, "Pastilah membawa kehendak Tuhan di bumi seperti di surga juga terlibat untuk mengakhiri ketidakadilan dari kemiskinan dunia. 2005 adalah tahun dari kesempatan yang tak terkatakan bagi umat Kristiani untuk membawa pesan ini dari rumah-rumah dan gereja-gereja mereka ke koridor kekuatan agar mereka mendengar dan bertindak."
Rudo Kwaramba, Direktur Pembelaan, Komunikasi dna Pendidikan dari World Vision, mengekspresikan mendesaknya untuk melatih tindakan dari tugas umat Kristiani, "Sekitar 1,2 milyar orang hidup kurang dari 60 pence sehari dan setiap hari sekitar 30.000 orang mati karena kemiskinan. Ini benar-benar tidak dapat diterima, ini adalah waktunya kita bersatu dan berseru memanggil perubahan."
"Kristiani mempunyai tugas untuk membela yang membutuhkan pertolongan dan untuk berseru melawan ketidak-adilan, " Kwaramba menyatakan.
Make Poverty History adalah suatu fakta dari sebuah puncak gunung es dari semua usaha anti kemiskinan dari Kristiani lainnya di dunia. Micah Challenge (Tantangan Mikha), yang diinisiatifkan oleh Asosiasi Penginjilan Sedunia (World Evangelical Association) bersama dengan ratusan kelompok-kelompok Kristiani yang lebih kecil lainnya, diluncurkan pada bulan Oktober tahun ini di New York, AS. Kampanye ini meminjam nama dari nabi di Perjanjian Lama, Mikha, untuk memperdalam keterlibatan mereka dengan orang miskin dan untuk memimpin jalan dalam memusnahkan kemiskinan.
Micah Challenge juga merupakan bagian dari inisiatif yang bernama 'Global Call to Action Against Poverty (G-CAP)' atau Panggilan Global Untuk Melawan Kemiskinan, yang membawa bersama-sama lebih dari 140 organisasi-organisasi sipil lingkungan dari seluruh dunia untuk memanggil pemerintah di negara-negara mereka untuk menuntaskan kemiskinan pada tahun 2005.
Nofem Dini
|