Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Arsip
Mata Kristiani Pos
Suara Bangsa
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Editorial  > Columnists
 

Transformasi janganlah Stagformasi (1)

Oleh: Bagus Pramono

Tuesday, Feb. 22, 2005 Posted: 6:51:31PM PST

…….Iman tanpa perbuatan adalah mati, Yakobus 2:26

‘TRANSFORMASI’ menjadi kata yang begitu popular di kalangan Kristiani. Walaupun saya memandang positif setiap acara yang dikemas dengan tema itu, tetapi ada banyak hal yang harus kita nilai dengan bijaksana sehingga pengertian kata “transformasi” tidak hanya menjadi sekedar acara kumpul-kumpul doa, mengundang pembicara kondang, sewa stadion, nyanyi-nyanyi, dan dilanjutkan dengan acara doa, lalu pulang. Optimisme terhadap “perubahan” memang baik. Dalam fakta, kita mempunyai Allah yang Maha Kuasa, Dia Allah yang mampu mengubah!

Jaringan Doa Nasional yang menjadi fasilitator Gerakan Doa Transformasi Kota di Indonesia, beberapa hamba Tuhan pada tahun 2000 mendapat nubuat bahwa pada tahun 2005, 50% penduduk Indonesia akan menjadi Kristen. Sekarang ini kita sedang menginjak tahun 2005, untuk hal tersebut kita jadi dibuat bingung apa yang dimaksud dengan “ harapan ” dan apa yang dimaksud dengan “ nubuat ” ? Indonesia akan dimenangkan bagi Tuhan! Puji Tuhan ! Itu harapan kita semua.

Pada tanggal 2 September 2002 di Istora Senayan Jakarta, Rev. Cindy Jacobs kembali menubuatkan : Indonesia akan dimenangkan; Domba akan menjadi mayoritas; Indonesia akan mempunyai pemimpin Kristen; Terjadi kebangkitan baru ( revival ) di Pulau Bangka; Pemerintah Indonesia akan dimenangkan bagi Kristus; Tuhan akan membangkitkan pengusaha-pengusaha Kristen, menjadi sangat-sangat kaya. Karena Tuhan membutuhkan banyak gereja, gedung pertemuan, sekolah-sekolah, prasarana; Indonesia akan memiliki sekolah Kristen di setiap pelosok, dan seterusnya. Kemudian Nubuat serupa diulangi lagi pada Pada acara National Prayer Conference (NPC) 12-16 Mei 2003. Selebihnya bisa kita baca di :

http://www.fire-ministry.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7

Umat Kristen adalah umat yang suka berdoa, berdoa supaya mendapat berkat, berdoa supaya sehat dan sukses, berdoa untuk keluarga, pacar, masa depan, dan lain sebagainya. Tetapi berapa banyak yang suka berdoa untuk bangsa dan negara? “ Booming Transformasi ” terjadi sejak 3 tahun lalu dalam kemasan “ National Prayer Conference ” dan akan kembali digelar selama 50 hari mulai bulan April 2005, di 500 kota di Indonesia.

Acara tersebut akan berpuncak pada 050505 (Triple Five/ 5 Mei ‘05). Kegiatan-kegiatan ini sungguh indah, dan memiliki nilai luhur karena kita memang perlu berdoa bagi bangsa, negara dan lingkungan kita, tetapi tentu saja kita tidak boleh melihatnya secara ‘gampang’ karena untuk memenangkan Indonesia, anak-anak Tuhan tidak boleh berkutat di rumahnya sendiri saja dan tidak melihat ‘keluar’ dan mencermati keadaan yang terjadi di sekitar kita. Menyedihkan sekali bahwa banyak umat Kristen masa kini hanya cenderung menjadikan gereja sebagai pelarian untuk menghindari tantangan itu. Sebagian besar dari kita hanya mementingkan hal-hal surgawi dan melupakan tanggung jawab kita di bumi. Doa penting tetapi Action juga penting : “ora let labora”. Memang ada tertulis ”TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja” (Kel 14:14), tetapi ada juga Firman yang menulis ”Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Mat 10:16), Artinya, Tuhan memberi tugas kepada kita untuk menjadi cerdik dan arif ditengah dunia yang jahat/bahaya untuk menjadi terangNya secara aktif dan bukan diam saja.

Next Page: 1 | 2 | 3 |


Yunita Lee

 
Dari Editorial  
Cabut SKB No.1/1969
Sungguh tak betul, apa yang dikatakan segelintir orang, bahwa gereja tak bersosialisasi dengan masyarakat. Oleh karenanya, adalah wajar bila warga merusak gereja. Andai mengikuti argumen di atas, gereja ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang