Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Arsip
Mata Kristiani Pos
Suara Bangsa
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Editorial  > Voice of People
 

Natal Mengukir Harapan Baru

Oleh: Weinata Sairin

Saturday, Dec. 25, 2004 Posted: 9:23:40AM PST

Harapan, pengharapan adalah milik manusia yang paling penting dan berharga. Harapan adalah sebuah kekuatan, sebuah power yang memungkinkan manusia melangkahkan kakinya menyusuri lorong-lorong waktu untuk mencipta sejarah di pentas kehidupan. Harapan membuat manusia tetap eksis dan survive di tengah-tengah kegalauan hidup; memandu manusia untuk melihat ke depan dan tidak terpenjara oleh kekiniannya.

Para TKI/TKW tetap berbondong-bondong berjerih payah berjuang di negeri seberang walaupun tak memiliki kualifikasi memadai yang dituntut di era global, hanya karena mereka memiliki pengharapan. Mereka ingin merajut masa depan yang lebih baik dan tidak terli- lit kemiskinan di negeri sendiri.

Apapun risikonya: terkena hukum cambuk, dilalimi majikan, diperdaya hak-haknya, mereka, para TKI/ TKW itu tetap saja berangkat ke luar negeri.

Ya, harapan adalah kekuatan yang membuat manusia memiliki optimisme di tengah realisme penderitaan yang mendera kehidupan. Situasi politik yang baru, organisasi dan kepemimpinan baru, acapkali mengalirkan harapan-harapan baru yang amat kuat dalam diri seseorang atau sekelompok orang.

Harapan yang amat besar terhadap presiden dan kabinetnya, ekspektasi yang amat kuat terhadap lembaga dan kepemimpinan PGI misalnya, hampir tak bisa terhindarkan apabila kerinduan dan obsesi warga masyarakat dan umat Kristiani tidak terpenuhi pada masa-masa yang lalu.

Dan kondisi itu sangat berbahaya jika mereka yang menjadi tumpuan harapan dari umat/masyarakat tak mampu melakukan sesuatu yang mampu memulihkan citra diri dan kredibilitas dari seseorang atau sesuatu lembaga, apalagi jika terkesan mereka mengabaikan hal tersebut.

Harapan yang ditumpukan pada manusia memang tidak selalu dapat terpenuhi. Apalagi dalam kehidupan politik, amat terasa adanya paradoks dan kesenjangan antara janji-janji pada saat kampanye dengan pelaksanaan program tatkala seseorang atau sebuah kekuatan politik telah memenangkan pertarungan.

Dalam konteks itu, mengapa Alkitab memberi warning agar harapan atau pengharapan itu tidak disandarkan dan didasarkan pada manusia. Nabi Yesaya berkata: "Jangan berharap pada manusia sebab ia tidak lebih daripada embusan nafas, sebagai apakah ia dapat dianggap?" (Yesaya 2:22).

Manusia adalah makhluk yang lemah, terbatas dan fana, yang dalam narasi Alkitab selalu dikategorikan sebagai individu yang gagal menjadi penyembah Allah yang setia. Manusia tak lebih dari embusan nafas - kata Yesaya - bahkan Alkitab menegaskan bahwa manusia segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau (Mazmur 37:2).

Hari-hari manusia seperti bayang-bayang memanjang dan layu seperti rumput, atau seperti bunga di padang yang suatu saat jika diterpa angin tamatlah riwayatnya (Mazmur 102:12, 103:15,16)

Dalam kefanaan keterbatasan dan sikapnya yang skeptis dan labil, manusia tidak mungkin menjadi tumpuan dan dasar pengharapan. Secara tegas dan definitif Alkitab menyatakan bahwa Allah sumber pengharapan (Yeremia 14:22, Roma 15:13). Bahkan Kristus Yesus adalah dasar pengharapan kita, sehingga hal itu memberi dasar kuat dalam kita berjerih payah dan berjuang memenangkan kehidupan ini (I Timotius 1:1, 4:10).

Next Page: 1 | 2 | 3 |



 
Dari Editorial  
Cabut SKB No.1/1969
Sungguh tak betul, apa yang dikatakan segelintir orang, bahwa gereja tak bersosialisasi dengan masyarakat. Oleh karenanya, adalah wajar bila warga merusak gereja. Andai mengikuti argumen di atas, gereja ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang