Kekristenan Bukan Barang Murahan
Tuesday, Nov. 16, 2004 Posted: 8:56:35PM PST
" Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. " Luk 14:26-27
Saat ini untuk menjadi seorang Kristen tidaklah terlalu sulit dan tidak perlu membayar harga yang mahal. Cukup melakukan pengakuan iman, datang ke gereja dan dibaptis maka dapatlah seseorang disebut sebagai orang Kristen. Lalu bila ingin lebih rohani lagi ikutlah komunitas sel, pembinaan dasar Kekristenan, sekolah pekerja, berbagai training dan kemudian menjadi pekerja gereja. Sangat mudah bukan untuk menjadi orang Kristen ?
Akan tetapi untuk menjadi murid Kristus anda harus membayar harga yang mahal.
Tuhan menuntut setiap orang yang ingin menjadi muridNya untuk menyerahkan segala hal yang ia kasihi bahkan nyawanya sendiri. Yesus datang ke dunia ini bukan untuk mengabarkan dan mendirikan sebuah agama melainkan Ia datang untuk menjadikan semua bangsa muridNya. Dalam amanat agungNya yang terakhir Ia memerintahkan kita untuk pergi menjadikan semua bangsa muridNya. ( Mat 28:19). Ingatlah baik-baik, Yesus tidak pernah memerintahkan kita untuk mengabarkan atau mendirikan sebuah agama.
Sebenarnya kata ˇ°Kristenˇ± itu memiliki arti Kristus-Kristus kecil atau murid Kristus. Jadi bila seseorang mengaku sebagai orang Kristen maka artinya ia adalah murid Kristus. Tetapi seringkali kita mengangap Kekristenan hanyalah pergi ke gereja, dibaptis, belajar alkitab, ikut kelompok sel dan pelayanan di gereja.
Itu semua memang perlu dilakukan dan merupakan bagian dari ibadah seorang murid Kristus. Namun hal utama yang dituntut dari seorang murid Kristus adalah menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam bukunya ˇ° Sungai Allah ˇ° Dutch Sheets mengatakan ada sebuah ilah yang terdapat dalam gereja modern saat ini yaitu ilah pertumbuhan menjadi yang tercepat dan terbesar. Gereja modern menjadikan kecepatan dan kuantitas sebagai kriteria untuk kesuksesan atau kehebatan. Padahal alkitab lebih menekankan kualitas dibandingan kuantitas untuk menentukan mutu sebuah gereja. Bagi Tuhan lebih baik gereja dengan sepuluh anggota jemaat tetapi memiliki kualitas murid Kristus dibanding gereja dengan jemaat seribu orang tetapi mayoritas hanyalah pengikut/partisan saja. Sepuluh orang Kristen dengan kualitas murid akan lebih efektif dari seribu orang Kristen partisan. Bukankah hanya dengan dua belas muridNya saja Yesus dapat menggoncang dan mengubah sejarah dari dunia ini ?
Beberapa tahun belakangan ini kata transformasi menjadi kata yang sangat populer di kalangan umat Tuhan di Indonesia. Banyak buku yang telah ditulis untuk membahas tentang transformasi Indonesia. Bagi saya hal pertama yang harus ditransformasi adalah gereja itu sendiri. Bila gereja sudah ditransformasi maka dengan sendirinya bangsa ini akan mengalami transformasi juga. Saudara, saya tidak bermaksud menyerang atau menuduh anda melalui tulisan ini. Marilah kita bersama-sama sejenak merenungkan, apakah kita ini termasuk Kristen murid atau Kristen partisan ? Ijinkanlah Roh Kudus menyelidiki dan menguji batin kita. Roh Kudus datang bukan untuk menghakimi/menuduh kita melainkan Ia datang untuk menginsafkan dan membawa kita ke jalan yang benar.
Next Page: 1 | 2 |
Sunanto
(Terang Dunia)
|