Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Denomination
 

Nota Kebangsaan Dalam Rangka Pilpres 5 Juli 2004 FMKI SUMUT Dan TM7-IKKSU

MEDAN FMKI SUMUT -- Saudara-saudara Yang terhormat, Umat Katolik Sumatera Utara Keuskupan Agung Medan dan Keuskupan Sibolga, baik yang tinggal di Sumatera Utara maupun di “Daerah Perantauan”, Salam Sejahtera Selalu !

Friday, Jul. 2, 2004 Posted: 8:06:23PM PST

Berikut ini adalah Nota Kebangsaan FMKI dan IKKSU berdasarkan hasil pertemuan mereka di Medan, pada tanggal 26 Juni 2004.

Hari Senin, 5 Juli 2004 yang akan datang Bangsa dan Negara kita akan menyelenggarakan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres dan Wapres) secara langsung, yang akan memimpin Bangsa dan Negara kita ini selama lima tahun ke depan. Berkenaan dengan hal tersebut, kami FMKI SUMUT bersama Saudara-saudara kita dari Ikatan Keluarga Katolik Sumatera Utara Jabotabek (IKKSU), berkehendak menyampaikan Nota Kebangsaan sebagai bentuk tanggung jawab kita masyarakat Katolik dalam Berbangsa dan Bernegara.

Sebelumnya, dengan rendah hati kami ingin mengatakan, bahwa sapaan melalui mass-media yang kami sebut Nota Kebangsaan ini, merupakan Hasil Komunikasi, Dialog dan Permenungan kami antara FMKI dengan IKKSU dalam pertemuan kami di Medan Sabtu, 26 Juni 2004.
Nota Kebangsaan ini kami sampaikan untuk memperkaya, memperdalam bahkan mungkin sebagai bahan masukan tambahan bagi Saudara-saudara dalam menyikapi Pilpres yang akan kita selenggarakan. Dengan harapan yang teguh, Pilpres ini tidak hanya sebagai realisasi formalitas hukum konstitusional perundang-undangan melulu, melainkan harus merupakan ungkapan kesadaran bebas kita sebagai warga negara rakyat bagian utuh dan total dari Bangsa dan Negara kita ini.

Menyadari keragaman dan keutuhan kita sebagai Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, tentulah kita selalu mendasarkan diri pada Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila sebagai landasan perjuangan dan cita-cita kita sebagai bangsa merdeka beradab dan tiada hentinya memperjuangkan keadilan, kebenaran, demokrasi, hukum di atas pondasi kemanusiaan yang kokoh.
Untuk itu, bersama saudara sekalian kami ingin menyampaikan sapaan ini agar dalam memberikan HAK SUARA dalam Pilpres nanti, kita berpegang teguh pada prinsip-prinsip berikut: moral, etika berbangsa dan bernegara, untuk itu kami mengajak kita semua dengan kesadaran penuh dan kebebasan yang otonom tanpa paksaan dari pihak manapun, kita memebrikan suara untuk menentukan nasib arah kehidupan bangsa kita lima tahun ke depan. Untuk itu, baik kalau kami sampaikan hal-hal berikut ini dalam menentukan pilihan kita terhadap Pasangan Capres dan Cawapres:

1. Hendaknya pilihan kita menuju dan memihak pada pasangan Capres-Cawapres yang konsisten pada tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Menjunjung tinggi martabat hak asasi manusia dengan keberpihakan yang sungguh-sungguh pada penegakan hukum serta orang-orang atau rakyat yang miskin atau kurang beruntung maupun yang terpinggirkan atau yang dipinggirkan.

3. Menyadari dan mengakui serta sungguh menghormati penuh bahwa bangsa kita adalah bangsa yang majemuk dalam agama aliran kepercayaan, suku ras ataupun etnis yang dinamis berkembang sesuai dengan tuntutan kemajuan jaman ilmu pengetahuan, tehnologi komunikasi dan informasi yang berdampak luas bagi perilaku antara manusia dalam semua kategori profetis kehidupan.

Next Page: 1 | 2 |


Yunita Lee

 
Dari Church  
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta pemerintah untuk cepat mengantisipasi tidak kondusifnya hubungan antarumat beragama dan menjamin pelaksanaan hak-hak ibadah dengan bebas di Tanah Air. Ini adalah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang