Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Denomination
 

Eksekusi GPdI Pemalang Dihalangi Jemaat

Eksekusi Gereja Pantekosta di Pemalang, Jawa Tengah, Minggu, 1 Mei, batal dilakukan karena Pendeta Roni Rempen menolak keluar dari gereja

Monday, May. 9, 2005 Posted: 12:23:11PM PST


Suasana di depan Gereja Pantekosta, Pemalang. (Foto: SCTV)

Eksekusi Gereja Pantekosta di Pemalang, Jawa Tengah, Minggu, 1 Mei, batal dilakukan karena Pendeta Roni Rempen menolak keluar dari gereja. Roni dan sejumlah umatnya berusaha menghalangi eksekusi dengan duduk di depan gereja sambil bernyanyi dan berdoa.

Sengketa itu berakar dari keributan antara Roni Rempen dan Hengki Tohea yang sama-sama merupakan pengurus Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pemalang. Hengki menyatakan, Roni Rempen tidak berhak lagi menjadi pengurus dan gembala di Gereja Pantekosta sesuai Surat Keputusan Majelis Daerah VII Jateng. SK itu juga sekaligus menunjuk Hengki sebagai pengganti Roni.

Pendeta Roni Rempen menolak keputusan PN Pemalang yang memenangkan pendeta Hengki Tohea dimana Roni mengaku ditunjuk menjadi gembala gereja oleh jemaatnya bukan keputusan Majelis Daerah VII GPdI Jateng.

Menurut Liputan6.com, perundingan yang dilakukan tak membuahkan hasil. Sengketa pun bergulir ke PN Pemalang dengan kemenangan pada pihak Hengki. Keputusan itu diprotes Roni. Ia mengaku diangkat menjadi pengurus GPdI Pemalang dan gembala oleh jemaatnya sejak 1984. Pengacara Roni, Angkoro, akan mengajukan kasasi dengan alasan bangunan gereja dan rumah pastori adalah milik mendiang M. Sangit Sakeus, mertua kliennya.



Eva N.

 
Dari Church  
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta pemerintah untuk cepat mengantisipasi tidak kondusifnya hubungan antarumat beragama dan menjamin pelaksanaan hak-hak ibadah dengan bebas di Tanah Air. Ini adalah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 11:28:20AM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang