Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Denomination
 

Misa untuk Menghormati Paus Yohanes Paulus II Diadakan Umat Katolik di Seluruh Indonesia

Bangsa Indonesia selalu mengingat Paus sebagai Tokoh perjuangan kedamaian dunia

Wednesday, Apr. 6, 2005 Posted: 2:10:53PM PST


Misa requiem tersebut dipimpin oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Kardinal A. Malcolm Ranjith (tengah). (Foto: KCM)

Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Jakarta. (Foto: KCM)

Sebelum meninggalkan gereja, peserta misa menyempatkan diri melihat foto Paus yang dipasang di depan pintu masuk gereja. (Foto:KCM)

Saat ini, seluruh dunia berdukacita atas wafatnya Paus Yohanes Paulus II, Sabtu, 2 April, di Vatikan. Bukan hanya umat Katolik saja tetapi dunia secara keseluruhan juga merasakan kehilangan Tokoh yang selalu menyerukan nilai-nilai perdamaian dan moral itu. Di Indonesia, seluruh umat Katolik berkumpul untuk menyelenggarakan misa requiem menghormati Paus Yohahes Paulus II.

Di Jakarta, Misa Requiem kedua untuk mengormati Paus Yohanes Paulus II dipimpin oleh Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia, Kardinal A. Malcolm Ranjith di Gereja Katedral Jakarta pada hari Selasa. Hal ini dilaporkan oleh Antara.

Misa tersebut dihadiri oleh sekitar 1.500 umat yang memadati gereja. Tampak sejumlah umat mengikuti Misa di dekat pintu masuk Gereja Katedral karena tidak tertampung lagi. Sejumlah Duta Besar dan staf kedutaan negara-negara asing di Indonesia juga menghadiri misa ini. Suasana duka dan khidmat tampak di antara para umat yang berdoa.

Misa Requiem juga diadakan di Universitas Katolik (Unika) Atmajaya, Jakarta, pada tanggal 4 April. Misa ini diadakan untuk mendoakan Paus, yang pernah mengunjungi universitas ini 12 Oktober 1989. Universitas yang menamakan salah satu gedung utamanya dengan nama asli Paus, Karol Wojtyla, menganggap sejarah Unika Atma Jaya tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehadiran dan kebersamaan dengan Paus Yohanes Paulus II. Misa itu dipimpin oleh selebran utama Rm. Sridanto Aribowo, Pr.

Rm.Terry Ponomban dalam homilinya menyinggung sejarah dan hidup dari Paus Yohanes Paulus II yang kecerdasan, kecemerlangan, dan kebersahajaannya menjadi teladan bagi umat yang masih terus berziarah menuju kesempurnaan hidup. Kepeduliannya yang sangat besar terhadap harkat dan martabat manusia begitu nampak. Ia dalam doanya menekankan bahwa Paus kini bukan lagi tokoh Gereja, namun juga tokoh dunia yang memperjuangkan perdamaian dunia. Beberapa pimpinan Atma Jaya dan mahasiswa menyalakan lilin dan berdoa di depan ruangan kaca yang memajang kursi Paus ketika berkunjung kesana, dan meletakkan bunga-bunga mawar putih, setelah mengikuti misa.

Ribuan umat Katolik di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengajh pada hari Senin malam, berkumpul di Gereja Katolik Santa Maria Palu untuk mengadakan misa requiem atas wafatnya Paus Yohanes Paulus II.

Umat Katolik memanjatkan doa secara khusuk selama kurang lebih dua jam di dalam gereja. Misa itu dipimpin tiga pastor yaitu Alfrits Manus MSc, Aldin R Amstrong MSc, dan Alex P MSc.

Perayaan Paskah bersama yang diselenggarakan Panitia Hari-Hari Besar Kristen (PHBK) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada hari Minggu diwarnai suasana duka atas wafatnya Paus. Perayaan Paskah bersama di Katedral Santa Maria, Palangkaraya, dihadiri ribuan umat Kristiani. Sejumlah karangan bunga dan sebuah foto ukuran besar Paus Yohanes Paulus II ditempatkan di altar.

Ribuan umat Katolik di Kota Jambi melakukan doa khusus pada misa Minggu di Gereja St Theresia di Pusat Pasar Kota Jambi. Suara Pembaruan melaporkan misa khusus juga diadakan pada hari Senin untuk mendoakan arwah Paus di Gereja St Theresia.

Next Page: 1 | 2 |


Sandra Pasaribu

 
Dari Church  
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta pemerintah untuk cepat mengantisipasi tidak kondusifnya hubungan antarumat beragama dan menjamin pelaksanaan hak-hak ibadah dengan bebas di Tanah Air. Ini adalah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang