Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Denomination
 

Misa Krisma di Katedral, Para Imam Memperbaharui Janji Umat

Kardinal Julius: "Kesetiaan anda para imam kepada Kristus yang anda cintai dan abdi menjadi nyata dalam kesetiaan anda melayani umat sebagai imam"

Monday, Apr. 4, 2005 Posted: 11:45:30AM PST

"Kesetiaan anda para imam kepada Kristus yang anda cintai dan abdi menjadi nyata dalam kesetiaan anda melayani umat sebagai imam," kata Kardinal Julius Darmaatmadja, S.J. Uskup Agung Jakarta, yang juga Ketua KWI dalam homili Misa Krisma yang dirayakan pagi hari Kamis Putih di Gereja Katedral Jakarta, seperti yang dilaporkan oleh Mirifica.

Dalam misa Krisma yang dihadiri Duta Besar Vatikan, Uskup Agung Malcolm Ranjith, F.X. Hadisumarto, OCarm, Uskup Enmeritus Sorong-Manokwari, Isak Doera, Uskup Emeritus Sintang, Sekretaris Duta Besar Vatikan, Mgr. Novatus Rugambwa, lebih dari 200 imam diosesan maupun religius dari Keuskupan Agung Jakarta membaharui Janji Imamatnya, disaksikan dan didoakan oleh umat yang memadati Gereja Katedral.

Kardinal mengingatkan bahwa tahun ini Gereja Katolik merayakan Tahun Ekaristi. "Karisma terbesar dalam Gereja yang dimiliki seorang imam atas dasar tahbisannya adalah bertindak in persona Christi (dalam pribadi Kristus) Imam Agung dalam perayaan Ekaristi. Karisma itu adalah martabat sekaligus tugas yang sangat mulia." Ia menggarisbawahi pesan Paus untuk para imam.

Kardinal Julius mensinyalir adanya umat katolik yang tertarik gaya dan penyampaian ulasan Sabda Tuhan di gereja-gereja lain, lalu meninggalkan perayaan Ekaristi. Ia mengatakan, pewartaan Sabda memang masih perlu diperbaiki, namun umat perlu diajak dan diberi kesempatan untuk meresapkan Ekaristi sendiri.

Dalam rangka penghayatan Ekaristi sebagai puncak ibadat katolik, selain dicanangkan Tahun Ekaristi, juga diselenggarakan Konggres Ekaristi, dan Sinoda para Uskup tentang Ekaristi. Bapak Kardinal mengajak umat katolik untuk menerima pembaruan-pembaruan dalam ibadat, antara lain akan diterbitkannya Tata Perayaan Ekaristi oleh KWI dalam waktu dekat. '

Ajakan Kardinal nampak mempersiapkan umat agar tidak perlu banyak wacana khususnya sehubungan dengan berkurangnya bentuk-bentuk "partisipasi umat" dalam Tata Perayaan Ekaristi yang baru. "Ini semua dalam rangka kesatuan kita dengan Gereja Semesta dan memperhatikan kekhasan kita dengan persetujuan Konggregasi Ibadat dan Bapa Suci sendiri," tandas Kardinal.

Mengutip kata-kata St. Yohanes Chrysostomus, Bapak kardinal menutup homilinya dengan mengingatkan umat dan imam yang hadir dalam Misa Krisma akan aspek kemasyarakatan dari Ekaristi. "Jangan menghormati Dia di kenisah ketika Dia berpakaian serba sutra, kalau kemudian hanya mengacuhkan Dia di luar yang kedinginan dan tak berpakaian cukup."



Sandra Pasaribu

 
Dari Church  
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta pemerintah untuk cepat mengantisipasi tidak kondusifnya hubungan antarumat beragama dan menjamin pelaksanaan hak-hak ibadah dengan bebas di Tanah Air. Ini adalah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang