Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Denomination
 

Pdt FS Kindangen: Sidang Sinode GMIM Harus Lepas dari Kepentingan Politik

Acara gerejawi jangan dicampur dengan kepentingan politik

Saturday, Mar. 12, 2005 Posted: 9:12:17AM PST

Pelaksanaan Sidang Sinode (SS) yang akan diadakan pada hari Senin, 14 Maret, merupakan perhelatan besar yang dinantikan oleh jemaat GMIM. Akan tetapi, ada kekhawatiran dari sejumlah kalangan bahwa perhelatan itu akan dimanfaatkan sebagai ajang politik, dimana tampilnya Drs AJ Sondakh sebagai sebagai ketua panitia, masih berkeinginan tampil kembali sebagai bakal calon gubenur pada pilkada mendatang.

Selain itu dipertanyakan juga rencana perhelatan yang akan dibuka oleh Wakil Presiden H Jusuf Kalla, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar, dan bukannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, demikian dilaporkan oleh Harian Komentar.

Menanggapi hal itu, Pdt FS Kindangen STh, Ketua BPMJ GMIM Bukit Moria Tikala Baru, menegaskan agar acara yang bernuansa gerejawi jangan dicampur dengan kepentingan politik.

“Sidang Sinode adalah pesta gerejawi, jadi momen ini harus kita hormati. Acara gerejawi harus lepas dari kepentingan politik. Sebab, yang dilakukan pada kegiatan ini adalah menyangkut gereja dan kerajaan Allah,” kata Kindangen kepada Komentar pada tanggal 8 Maret yaang lampau.

Kindangen mengatakan, sudah seharusnya jika pelaksanaan SS sepenuhnya tunduk pada otoritas Roh Kudus, serta tidak menyisipkan upaya apapun sehubungan dengan agenda-agenda politik.

Ia mengatakan, merupakan suatu penghormatan jika pada SS itu dapat dihadiri oleh pejabat negara. “Kita sangat bersyukur dan memberi hormat, kalau pada kegiatan ini dapat dihadiri dan dibuka oleh pejabat negara. Namun, kalau dalam momen ini dimanfaatkan untuk kepentingan lain, maka wajar jika hal ini patut dipertanyakan,” tukas Kindangen.

Sementara itu, Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer, Pdt Marthen L Rindengan, mengatakan agar persoalan ini tidak ditanggapi secara negatif. Meskipun masalah memanfaatkan momen-momen tertentu untuk kepentingan politik bukan hal baru lagi.

“Untuk persoalan ini, sebaiknya kita dapat berpikir positif saja. Sebab, dengan demikian kita telah menunjukkan bahwa kita memiliki kedewasaan dalam menjalankan misi Kristus, yaitu membawa damai sejahtera bagi semua orang dan bukannya perpecahan. Jadi jangan lihat siapa ketuanya, siapa yang akan membuka kegiatannya,” jelas Rindengan.

Ia menambahkan, masyarakat dewasa ini sudah lebih kritis sehingga tidak perlu menaruh curiga apalagi dengan mengaitkannya dengan pilkada. Sebab, untuk memilih figur pemimpin daerah mendatang ini, katanya, semuanya ditentukan oleh rakyat.


Sandra Pasaribu

 
Dari Church  
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta pemerintah untuk cepat mengantisipasi tidak kondusifnya hubungan antarumat beragama dan menjamin pelaksanaan hak-hak ibadah dengan bebas di Tanah Air. Ini adalah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang