Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > General
 

Gereja Katolik Hati Kudus di Aceh Tidak Tersapu Tsunami

Pastor Paroki Gereja Hati Kudus, Ferdinando Severi Selamat dari Tsunami Saat Berada di Meulaboh Aceh Barat

Saturday, Jan. 15, 2005 Posted: 9:05:36AM PST

Gereja Katolik Hati Kudus di Aceh yang dibangun pada masa kolonial Belanda, masih berdiri tegak diantara ratusan rumah yang sudah hancur tersapu tsunami.

Gereja itu terletak hanya 10 meter dari Sungai Krueng Aceh, sungai yang membelah Kota Banda Aceh dan membawa air ke darat pada saat gelombang tsunami menerjang Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Saat bencana terjadi, Pastor paroki Gereja Hati Kudus, Ferdinando Severi yang sedang berada di Meulaboh, Aceh Barat untuk melayani umat selamat dari terjangan tsunami. Sungguh kuasa Tuhan amat luar biasa.

Sekitar satu kilometer dari Gereja Katolik Hati Kudus, terdapat Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB). Di sisi kiri GPIB, terdapat Gereja Katolik Methodis. Sekitar satu kilometer dari gereja ini, ada gereja HKBP. Semua bangunan gereja itu masih utuh.

Menurut sumber SH, banyak orang Nasrani yang membuka posko di lapangan Neusu dan di kawasan Matai. Namun, SH belum menemukan data berapa jumlah korban dari kaum Nasrani.

Keberadaan gereja dan umat Kristen di Aceh ini tidak terlepas dari pendudukan Belanda. Diawali pembangunan Kapel Hati Kudus sekitar tahun 1885 dengan pastor pertamanya, Pastor Henricus Verbraak, SJ, yang tentara Belanda.

Seiring berjalannya waktu, jumlah jemaat gereja ini bertambah dan berubah; bukan lagi tentara, melainkan masyarakat sipil pribumi dan pegawai pemerintah serta pedagang warga Tionghoa. Pada tahun 1970-an, jumlah jemaat gereja ini mencapai 800 orang, melampaui kapasitas gereja yang hanya mampu menampung 400 orang.

Menurut Yosef Selevinman, Koordinator Mudika Katolik Gereja hati Kudus, Kehidupan toleransi masyarakat muslim dengan kristiani di Aceh sangat toleran, meskipun Aceh memberlakukan Syariat Islam. Tidak ada pengawalan ketat yang terlalu berlebihan saat ada kebaktian atau misa di gereja tersebut.



Sandra N. Natalia

 
Dari Church  
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta pemerintah untuk cepat mengantisipasi tidak kondusifnya hubungan antarumat beragama dan menjamin pelaksanaan hak-hak ibadah dengan bebas di Tanah Air. Ini adalah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 11:28:20AM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang