Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > General
 

Umat Kristiani Tidak Perlu Menunjukkan Ketakutan Berlebihan

Tuesday, Dec. 21, 2004 Posted: 11:19:16PM PST

Munculnya teror pra-Natal, menurut Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) harus dihadapi oleh umat Katolik tanpa perlu menunjukkan ketakutan yang berlebihan.

Menurut Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial KWI, Alex Soesilo Wijoyo, kendati harus hati-hati, namun kita tidak perlu takut terhadap isu teror dalam wawacaranya dengan salah satu media pada Senin 20 Desember.

Teror menurut dia bertujuan untuk menakut-nakuti orang, dan bila tidak ingin kalah terhadap teror maka umat tidak perlu takut, sedangkan yang diperlukan adalah kerjasama dengan masyarakat setempat dan bukan hanya mengandalkan pengamanan dari aparat kepolisian.

"Rasa aman tidak ditentukan oleh pengamanan dari kepolisian - yang kadang menimbulkan ketidaknyamanan dalam beribadah, tapi lebih pada menjaga hubungan dengan masyarakat setempat, khususnya dengan umat Muslim yang menjadi mayoritas," ujar Alex.

Dengan kata lain, ia mengharapkan gereja dan umat Katolik lebih membuka serta menyadari diri akan keberadaannya sebagai anggota masyarakat secara umum, sebagai anggota warga negara, dan sebagai bagian dari masyarakat ekonomi.

"Bila gereja dan umatnya dapat membina hubungan yang baik dengan masyarakat di mana mereka berada maka otomatis keamanan pasti terjaga dengan bantuan komunitas-komunitas lainnya," jelasnya.

Pembinaan hubungan semacam itu tentunya memerlukan proses yang panjang dan berkelanjutan. "Jangan hanya pada kesempatan Natal saja. Itu semua memerlukan proses yang panjang karena merupakan langkah untuk menuju kesadaran," katanya.

Ia juga menyampaikan keprihatinan yaitu mengapa pada saat perayaan Natal dimana seharusnya menjadi suatu ibadah yang membawa kedamaian yang mengemuka justru terjadi soal ketidak-amanan. Namun sekali lagi ia menekankan bahwa umat Katolik tidak perlu





Eva N.

 
Dari Church  
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta pemerintah untuk cepat mengantisipasi tidak kondusifnya hubungan antarumat beragama dan menjamin pelaksanaan hak-hak ibadah dengan bebas di Tanah Air. Ini adalah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang