Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Ecumenical
 

Ketua PGI akan Menemui Menteri Agama Mengenai Masalah SKB Rumah Ibadah

SKB Mengenai Rumah Ibadah agar Direvisi

Saturday, Dec. 18, 2004 Posted: 4:18:39PM PST

Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) AA Yewangoe menyatakan akan menemui Menteri Agama terkait dengan beredarnya informasi bahwa Menteri Agama telah menolak permintaan untuk merevisi surat keputusan bersama (SKB) dua menteri yang mengatur pembangunan rumah ibadah.

"Seharusnya Menteri Agama sadar bahwa setiap peraturan di negeri ini harus adil dan tidak diskriminatif. Dalam penerapannya, jelas-jelas SKB dua menteri telah merugikan umat Kristen karena pembangunan gereja harus mendapatkan persetujuan masyarakat setempat," demikian Ketua PGI Yewangoe.

Sebelumnya, PGI mengusulkan kepada pemerintah agar SKB antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 01/BER/MDN-MAG/1969 yang mengatur pembangunan rumah ibadah direvisi karena dinilai diskriminatif. Menanggapi permintaan tersebut, Presiden memerintahkan Menteri Agama untuk mengkaji ulang SKB 2 Menteri tersebut.

Dari informasi yang diperoleh SH, Menteri Agama telah membuat pernyataan bahwa SKB tentang rumah ibadah itu tetap dipertahankan dan tidak akan diubah karena masih diperlukan.

Wakil Sekretaris PGI Weinata Sairin ketika dihubungi SH tentang informasi tersebut mengaku heran karena selama ini PGI dan tokoh umat beragama lainnya tidak pernah diajak berbicara untuk dimintai pendapat terkait dengan rencana kaji ulang SKB tersebut.

"Seharusnya seluruh tokoh umat beragama diajak berbicara dan diminta pendapatnya tentang SKB tersebut jadi tidak diputuskan sendiri," lanjutnya.

Menurut Sairin, Menteri Agama harus menempatkan diri sebagai pejabat publik yang berdiri di atas semua golongan dan bukan hanya memikirkan salah satu umat agama tertentu saja. Saat ini, katanya, membangun rumah ibadah saja sudah kesulitan, beribadah pun masih ada gangguan seperti dibom, ditembak, dan sebagainya.

Kesimpangsiuran tentang kelanjutan usulan PGI untuk melakukan kaji ulang dan revisi atas SKB dua menteri itu sebelumnya juga sudah terjadi. Sempat beredar bahwa ketentuan yang termuat dalam SKB dua menteri tentang pembangunan rumah ibadah itu diisukan akan ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres). Namun, setelah dikonfirmasi, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi membantah bahwa SKB 2 Menteri tersebut dikukuhkan menjadi Keppres.

Sairin menambahkan kredibilitas pemerintahan baru akan sangat menurun bila persoalan ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, katanya, Menteri Agama harus benar-benar bersikap seperti negara-wan yang berdiri di atas semua golongan. Ditanya langkah hukum apa yang akan dilakukan PGI bila usulannya ditolak Menteri Agama, ia mengatakan sampai saat ini PGI masih mengkaji kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi baik dari sisi hukum maupun politik.



Sandra N. Natalia

 
Dari Church  
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta pemerintah untuk cepat mengantisipasi tidak kondusifnya hubungan antarumat beragama dan menjamin pelaksanaan hak-hak ibadah dengan bebas di Tanah Air. Ini adalah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 11:17:44AM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
[Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang