Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Ecumenical
 

Sidang Raya PGI: PGI Harus Bermanfaat Bagi Jemaat

Perlunya perubahan dalam PGI

Wednesday, Dec. 1, 2004 Posted: 9:42:48AM PST


Keberadaan atau eksistensi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) harus bisa dirasakan dan bermanfaat bagi jemaat. Sebaliknya, jemaat dan gereja harus memiliki tanggung jawab terhadap PGI, bukan hanya secara organisasi, tetapi juga dari sisi moral dan spiritualitas, demikian disampaikan oleh Pdt RA Waney dalam khotbahnya pada kebaktian pembukaan Sidang Raya XIV PGI dengan tema "Berubahlah Sesuai Pembaruan Budimu" di Bogor, 30 November.

Ia mengatakan, saat ini banyak jemaat yang skeptis terhadap gereja akibat eksistensi gereja yang terpecah-pecah. Banyak peranan gereja yang sudah dilakukan di masyarakat, namun dalam kenyataannya gerakan-gerakan gereja seiring berjalannya waktu semakin lama semakin melemah. Selain itu, persaingan tokoh-tokoh gereja tak kalah hebatnya dari tokoh-tokoh partai politik, di mana teolog-teolog bersaing untuk duduk di badan-badan gerejawi. Dia mencontohkan, cara-cara kerja dari luar gereja, misalnya, parpol jangan dibawa masuk ke dalam organisasi gereja atau PGI.

Desakan mengenai tuntutan perubahan PGI juga dikemukakan oleh Ketua Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Renaldi Damanik. Menurutnya, perubahan PGI adalah hal yang mutlak, khususnya dari dalam kerangka gerakan pelayanan dan struktural organisasi. Ia mengatakan perubahan dari sisi struktural PGI haruslah dikaji dalam kajian moral. Dan peranan PGI di daerah-daerah konflik harus terus ditingkatkan agar lebih dirasakan masyarakat.

Sabam Sirait mengatakan, perlu perubahan struktur organisasi dan gerakan guna mewujudkan gereja Kristen Yang Esa. PGI harus menjadi pelopor dalam memberikan contoh gerakan-gerakan moral, misalnya dengan memberantas dan memerangi korupsi, kolusi dan nepotisme, dan kemudian baru disalurkan ke luar.

Menurut Sekretaris Sinode Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud, Welmi Salindeho di sela-sela Sidang Raya PGI, pengkajian ulang SKB tersebut harus dipikirkan mengingat hak asasi manusia untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah menurut agama masing-masing. Menurutnya, SKB tersebut sudah memasung rasa kebebasan dari masyarakat untuk mendirikan rumah ibadah atau menjalankan ibadahnya. Dan pemerintah seharusnya memfasilitasi keinginan masyarakat tersebut dengan tidak membeda-bedakan dari unsur mayoritas atau minoritas.

Pada pembukaan Sidang Raya PGI ini hadir antara lain mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, mantan Menko Ekuin Radius Prawiro, dan mantan Ketua Umum PGI Sularso Sopater. Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberikan sambutannya pada tanggal 1 Desember.




Sandra N. Natalia

 
Dari Church  
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah
Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) meminta pemerintah untuk cepat mengantisipasi tidak kondusifnya hubungan antarumat beragama dan menjamin pelaksanaan hak-hak ibadah dengan bebas di Tanah Air. Ini adalah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 11:17:44AM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
[Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang