Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Americas  > United States
 

Pendeta Pat Robertson Minta Maaf

Friday, Aug. 26, 2005 Posted: 11:50:34AM PST

Pendeta Pat Robertson, tokoh penginjilan di AS yang mengimbau pembunuhan terhadap Presiden Venezuela Hugo Chavez, Rabu (24/8) meminta maaf, beberapa jam setelah dia menyangkal telah mengatakan bahwa Chavez harus dibunuh.

"Apakah tepat untuk menyuruh membunuh?" kata Robertson. "Tidak, dan saya minta maaf karena pernyataan itu. Saya berbicara dalam frustrasi bahwa kita harus mengakomodasi pria yang punya pikiran AS berusaha membunuhnya."

Popularitas Chavez makin membesar di dalam negeri setelah pernyataan Robertson. Chavez, yang negaranya merupakan ekportir minyak terbesar nomor lima, merupakan orang yang paling sering mengkritik Presiden Bush dengan keras. Dia menuduh AS berkonspirasi untuk menggulingkan pemerintahannya dan mungkin mendukung rencana pembunuhan atas dirinya.

Pejabat AS telah mengatakan pembunuhan itu sebagai hal yang konyol.

Pada hari Senin, dalam sebuah di Jaringan Penyiaran Kristen 'The 700 Club', Robertson mengatakan, "Anda tahu, saya tidak tahu soal doktrin pembunuhan, tapi jika dia pikir kita berusaha membunuhnya, menurut saya kita harus melakukannya. Ini lebih murah ketimbang memulai perang, dan saya pikir tidak mungkin pengapalan minyak akan berhenti."

Sebelumnya, pada hari Selasa, Kementrian Luar Negeri AS menyatakan pernyataan Robertson sebagai "tidak patut."

Kemudian pada hari Rabu, Robertson menyangkal telah mengimbau pembunuhan atas Chavez dan mengatakan AP salah menginterpretasikan pernyataannya. "Saya tidak katakan pembunuhan, saya katakan pasukan khusus harus membawanya keluar," kata Robertson dalam pertunjukannya. "Hal itu bisa berarti banyak hal termasuk penculikan." Dia kemudian mengeluarkan permintaan maaf dalam situsnya.




Eva N.

 
Dari Americas  
Badai Katrina Melanda AS
Angin ribut disertai hujan deras dan banjir bandang, perlahan-lahan mulai berlalu dan mengarah ke barat laut dengan kekuatan menurun. Meski begitu, jejak-jejak dari badai Katrina, terutama di Kota New ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang