Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Americas  > United States
 

Kasus Penempatan Sepuluh Perintah Masuk Mahkamah Agung AS

Keputusan akhir paling lambat bulan Juni

Thursday, Mar. 3, 2005 Posted: 9:03:47AM PST


A tablet of the Ten Commandments, which is located on the grounds of the Texas Capitol Building in Austin, Texas, is seen in a Tuesday Oct. 12, 2004 photo.

Demonstrators who support the right to display the Ten Commandments, rally in front of the US Supreme Court as the Court heard arguments on the constitutionality of displaying the Ten Commandments in public spaces.(AFP/Luke Frazza)

A demonstrator who opposes the display of the Ten Commandments in public spaces rallys in front of the US Supreme Court in Washington, DC as the Court considered whether such displays were constitutional.(AFP/Luke Frazza)

Mahkamah Agung AS mempertimbangkan penempatan Sepuluh Perintah di tempat-tempat publik pada hari Rabu, dalam suatu kasus yang dapat mendefinisikan luasnya pemisahan antara gereja dan negara di masyarakat Amerika.

Mengikuti tantangan penggunaan properti publik untuk menampilkan perintah itu di Texas dan Kentucky, mahkamah akan memutuskan dengan syarat seperti apa penampilan simbol relijius seperti itu diperbolehkan.

Amandemen pertama dari Konstitusi AS menetapkan prinsip pemisahan gereja dan negara, tetapi detail dari prinsip ini masih tidak jelas dalam wajah keputusan-keputusan ditetapkan oleh pengadilan selama dekade yang cukup lama.

Yahudi dan Kristiani percaya bahwa Sepuluh Perintah adalah bimbingan moral dasar yang diberikan langsung oleh Tuhan ke Musa di Gunung Sinai.

Dalam kasus Kentucky, mahkamah akan meninjau legalitas penayangan dua bingkai dari tulisan Sepuluh Perintah yang ditempatkan di dua gedung pengadilan. Untuk Texas, kasus tersebut melibatkan legalitas monumen batu yang diukir dengan Sepuluh Perintah dan dipasang di halaman gedung badan pembuat undang-undang.

Pada bulan Oktober tahun lalu, Mahkamah Agung menunda tinjauan untuk kasus ketiga, yaitu pemasangan replika batu perintah itu didepan gedung Mahkamah Tinggi Alabama.

Kasus ini menarik begitu banyak perhatian dari baik kedua kelompok reijius maupun kelompok sekuler di seluruh Amerika Serikat.

Para pendukung, termasuk administrasi Bush, membela penempatan tersebut dan mengatakan Sepuluh Perintah memainkan peranan sekuler yang penting dalam perkembangan hukum dan budaya Amerika Serikat.

Penentang mengatakan penempatan itu menyampaikan pesan inskonstitusional dari promosi pemerintah mengenai agama dan harus dipindahkan.

Keputusan akan disampaikan setidaknya pada akhir Juni.




Nofem Dini

 
Dari Americas  
Badai Katrina Melanda AS
Angin ribut disertai hujan deras dan banjir bandang, perlahan-lahan mulai berlalu dan mengarah ke barat laut dengan kekuatan menurun. Meski begitu, jejak-jejak dari badai Katrina, terutama di Kota New ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang