Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > Nation
 

Unsur Agama Tidak Mau Terlibat dalam MRP

Saturday, Sep. 17, 2005 Posted: 12:20:12PM PST

Unsur agama tidak mau terlibat dalam proses pembentukan anggota Majelis Rakyat Papua. Agama bersifat universal, tak hanya mengatur masyarakat Papua, tapi seluruh umat beragama dengan latar belakang berbeda-beda, Kompas memberitakan.

Uskup Jayapura Mgr Leonardus Laba Ladjar OFM di Jayapura, Jumat (16/9), mengatakan, MRP merupakan lembaga kultural, tapi yang lebih dominan dalam proses pembentukan MRP adalah lembaga politik yakni Badan Kesatuan Bangsa Papua.

”Silakan saja kalau pemerintah mau melibatkan anggota dari lembaga agama, tetapi orang- orang yang ditunjuk itu tidak boleh mewakili lembaga agama tersebut. Kami dari lembaga agama tidak pernah mengutus siapa-siapa untuk duduk di MRP. Baik Katolik, Protestan, maupun Islam sudah sepakat agama sifatnya universal dan melayani semua orang dengan latar belakang yang berbeda-beda, tidak hanya mengurus orang Papua,” kata Ladjar.

Ketua Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua Pdt Herman Saud mengatakan hal senada. Dikatakan, lembaga agama akan menarik diri dari keanggotaan MRP dan menyerahkan seluruh proses pembentukan MRP kepada pemerintah daerah. Silakan pemerintah daerah merekrut anggota umat beriman untuk duduk di MRP, tetapi tidak boleh menyebutkan dari unsur agama.

Secara terpisah Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pilkada Gubernur DPR Papua J Romboirussi mengatakan, dirinya tidak pernah menyebutkan masyarakat menolak tiga dari lima bakal calon Gubernur Papua periode 2005-2010, sebagaimana diberitakan Kompas (9/9). Pansus Pilkada mendukung kelima balon itu sesuai ketentuan UU yang berlaku.



Nofem Dini

 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 10:52:48AM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang