Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > Nation
 

Uskup Amboina: Umat Kristen Dan Islam Jangan Saling Menyalahkan

Seruan itu disampaikan atas serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata ke pos Brimob di Pulau Seram

Friday, Jun. 3, 2005 Posted: 11:26:00AM PST

Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC meminta umat Kristen dan Islam untuk tidak saling menyalahkan dan membiarkan sistem hukum menangani para pelaku serangan baru-baru ini ke sebuah pos Brimob, seperti yang diberitakan UCA News melalui Mirifica.

Seruan itu disampaikan 25 Mei pada konferensi pers di kediaman uskup di Ambon untuk mengomentari serangan 16 Mei yang dilakukan sekelompok orang bersenjata ke pos Brimob di Pulau Seram, Propinsi Maluku. Lima aparat kepolisian dan dua warga sipil tewas dalam serangan menjelang fajar itu.

"Janganlah kita, umat Kristen, memojokkan atau mempersalahkan umat Islam hanya karena para penyerang kenyataannya menganut agama Islam. Sama halnya, janganlah umat Islam memojokkan atau mempersalahkan umat Kristen hanya karena banyak anggota Front Kedaulatan Maluku atau Republik Maluku Selatan (FKM/RMS) kenyataannya menganut agama Kristen. Masing-masing orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang melawan hukum," katanya.

FKM dibentuk April 1950. Beberapa anggotanya mengibarkan bendera RMS pada peringatan ulang tahun RMS 25 April tahun lalu. Akibatnya, pertikaian terjadi antara sekelompok orang yang mengklaim sebagai pendukung Indonesia (kebanyakan Muslim) dan pendukung kemerdekaan (kebanyakan Kristen). Ini memicu kerusuhan komunal selama beberapa hari di wilayah Ambon yang menewaskan 30 orang dan mencederai 200 lainnya. Kekerasan tersebut memunculkan kekhawatiran akan terulangnya pertikaian Kristen-Muslim 1999-2002 yang menewaskan sekitar 6.000 orang dan mengungsikan ratusan ribu lainnya, namun kekhawatiran ini tidak terjadi.

Menurut Uskup Mandagi, orang-orang yang ada di balik serangan baru-baru ini adalah orang-orang yang tidak memiliki rasa kemanusiaan. "Mereka menyatakan diri sebagai orang yang membela Allah. Namun kenyataannya mereka menyakiti Allah dengan membunuh sesama manusia yang adalah ciptaan Allah," katanya.

Mereka juga tidak beragama, lanjutnya, "karena mereka hanya menggunakan agama sebagai kedok kejahatan." Tidak ada agama yang mengajarkan atau membenarkan pembunuhan terhadap sesama, katanya.

Orang-orang yang menyerang pos polisi itu "bukan warga negara Indonesia" karena tindakan mereka bertentangan dengan Pancasila -- ideologi bangsa Indonesia berdasarkan satu keyakinan akan Tuhan, kemanusiaan, dan keadilan sosial. "Mereka adalah orang-orang yang tidak berperikemanusiaan dan yang berlaku tidak adil terhadap sesama manusia dengan menghilangkan hak hidup sesama mereka," tegasnya.

Ia mendesak masyarakat untuk membantu aparat keamanan menghentikan kegiatan para penyerang dan kolaboratornya dengan tidak membela atau menyembunyikan orang-orang yang bersalah. "Suatu saat kita mungkin akan menjadi korban mereka jika kita membela atau menyembunyikan mereka karena satu suku, satu keluarga, dan seagama dengan para penjahat," katanya.

Pada 19 Mei, polisi menyita lebih dari 10 senjata rakitan dan ribuan butir peluru dari kantor pusat Laskar Mujahidin di GOR Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) di Ambon.

Penyitaan polisi itu, katanya, mengungkapkan bahwa orang-orang tertentu di dalam atau di luar kampus STAIN telah menjadikan kampus tersebut sebagai tempat sumber kekerasan. "Sebagai manusia, orang beriman, dan warga negara, saya tidak rela STAIN Ambon dikotori oleh orang-orang yang menginginkan kekerasan atau memiliki rasa dendam terhadap sesama," kata uskup.

Next Page: 1 | 2 |


Nofem Dini

 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang