Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > Nation
 

Sekum KGPM: Pergumulan Nias Menantang Solidaritas Kemanusiaan Kita

"Kita harus berlomba untuk menunjukkan semangat cinta kasih dan pengorbanan bagi sesama. Mereka adalah kita dan kita adalah mereka."

Tuesday, Apr. 5, 2005 Posted: 12:22:47PM PST

Penderitaan dan pergumulan warga Nias saat ini bukan hanya dilihat sebagai sebuah peristiwa alam biasa. Justru dibalik peristiwa alam ini terkandung muatan sprirtualitas yang luar biasa.

Sekretaris Umum Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Gembala Tedy Batasina STh menegaskan hal tersebut kepada harian SIB pada tanggal 3 April.

Ia mengatakan, pergumulan Nias merupakan momentum bagi umat beragama di Indonesia dan secara khusus di Sulut untuk merefleksikan imannya. Pergumulan Nias harus menjadi refleksi keimanan yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Sulut. Pergumulan Nias tidak hanya menyentuh batas-batas keimanan kita tetapi juga menggunggah dan menantang solidaritas kebangsaan.

“Ujian dan cobaan yang dialami warga Nias menjadi permenungan yang mendalam tentang bagaimana kuasa dan kehendak Tuhan bagi kehidupan manusia umat-Nya. Inilah refleksi iman yang pantas dan selalu kita renungkan bersama sebagai umat Tuhan,” ungkapnya.

“Pergumulan Nias menantang kita semua untuk membuktikan solidaritas kemanusiaan untuk tidak hanya bersimpati tetapi terlebih berempati kepada mereka yang berkesusahan."

Karena itu, lanjutnya, tidak ada makna lain selain bagaimana kita membuktikan iman dan perbuatan sebagai umat beragama yang peduli pada penderitaan dan pergumulan sesamanya, ia melanjutkan.

“Kita harus bersatu padu mewujudkan kebersamaan, merasa sepenanggungan tanpa pandang SARA. Kita harus berlomba untuk menunjukkan semangat cinta kasih dan pengorbanan bagi sesama. Mereka adalah kita dan kita adalah mereka."



Nofem Dini

 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang