Presiden Yudhoyono: Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru
Stabilitas Keamanan Menjelang Natal dan Tahun Baru Harus Ditingkatkan
Wednesday, Dec. 22, 2004 Posted: 8:34:47PM PST
Juru bicara Presiden yang diwakilkan oleh Mentri Dalam Negeri, Moh Ma’ruf seusai rapat kerja gubernur seluruh Indonesia dengan Presiden pada Selasa 21 Desember mengatakan bahwa gubernur, bupati, dan walikota untuk turut serta dengan aparat keamanan yang lainnya dalam menjaga keamanan di wilayah masing-masing, khususnya pada Natal dan Tahun Baru 2005.
Presiden, tuturnya, juga meminta para gubernur untuk menajamkan prioritas program dan alokasi anggaran serta mencari alternatif pola dan sumber-sumber pembiayaan untuk penanggulangan kemiskinan di daerah dan terus membangun jaringan dan kerja sama dengan para pemegang andil yang memiliki komitmen kuat dalam penanggulangan kemiskinan.
Dalam rapat kerja dengan para gubernur, tambahnya, pemerintah dalam hal ini Mendagri dan Direktur Utama Bulog menyerahkan alokasi pagu beras untuk 15,79 juta keluarga miskin sebanyak 1.992.000 ton. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi beban bagi penduduk yang kurang mampu. Melalui program ini, setiap keluarga tidak mampu dapat membeli beras dengan harga Rp 1000/Kg.
Salah satu penyebab terjadinya berbagai kecelakaan KA adalah kurangnya sarana dan prasarana perlintasan KA. Jumlah perlintasan KA sebanyak 8.328 dengan kondisi pintu tidak ada penjaganya sebanyak 6.681 pintu dan 486 di antaranya tergolong liar, yang dibangun masyarakat setempat dan tidak memenuhi persyaratan, kata Mendagri.
"Dalam rapat kerja dengan para gubernur ini juga dibahas tentang persiapan pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung. Untuk itulah pemerintah sekarang sedang menyusun peraturan pemerintah tentang Pilkada langsung dan diharapkan akan dapat selesai pada Januari 2005. Selanjutnya pada Maret akan dilakukan sosialisasi dan pada bulan tersebut juga diharapkan daftar pemilih pilkada langsung sudah tersusun. Harapan pemerintah, pilkada langsung pada tahun 2005 mendatang akan berlangsung aman, demokratis, dan lancar," paparnya
Yunita Lee
|