Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Arsip
NGO
Kasus Pengadilan
Etika & Hak
Agama
Bangsa
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Society  > Nation
 

Kemajemukan Masyarakat Adalah Kekayaan Indonesia

Saturday, Oct. 9, 2004 Posted: 10:43:02PM PST

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) LH Kadir mengatakan, Negara Kesatuan RI merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki sifat kemajemukan. Keadaan masyarakat yang majemuk itu merupakan satu unsur kekayaan bangsa Indonesia. Hal itu dikatakan Kadir pada acara forum komunikasi dan konsultasi anak bangsa, Kamis (7/10).

Ia mengatakan, kemajemukan masyarakat yang dimiliki bangsa Indonesia itu, harus diakui dan diterima serta dihormati yang diwujudkan dalam Bhineka Tunggal Ika.

Namun kita sadari bahwa ketidakmampuan mengelola dan menerima kemajemukan itu sering mengakibatkan terjadinya berbagai konflik di berbagai daerah.

Hal itu juga sekaligus membahayakan bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Selama ini kita terlalu terlena dengan dengan selogan persatuan dan kesatuan, tanpa diikuti dengan kemajuan utuk mengkaji secara mendalam. Artinya, bagaimana mewujudkan persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat yang pluralistik dengan berbagai latar belakang sosial budaya.

Oleh sebab itu, diminta kepada seluruh anak bangsa untuk dapat berpikir secara jernih, rasional dan objektif sehingga negara ini terhindar dari perpecahan, karena banyaknya benturan dan kepentingan yang tidak dapat disatupadukan.

Pernyataan Sikap

Selain itu, juga banyak isu yang disebarluaskan melalui pernyataan sikap atau ungkapan yang dapat menimbulkan rasa permusuhan, pertentangan antarsuku, agama dan keturunan. Indikasi ini tampak dengan terjadinya kerusuhan dalam berbagai macam konflik di beberapa daerah seperti di Kalbar beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, permasalahan ini perlu dicermati dengan baik, sebab hingga kini saat ini belum menemukan akar permasalahannya secara pasti. Walaupun banyak pakar yang telah menyampaikan dan memberikan pendapatnya.

Oleh sebab itu dengan adanya komunikasi dan konsultasi anak bangsa ini, kesadaran dan komitmen anak bangsa dapat meningkat untuk menyadari dan menghormati kemajemukan bangsa Indonesia, sehingga tegaknya NKRI tetap dapat terpelihara menuju masa depan yang lebih baik dan kondusif.

Selain itu juga, diharapkan segenap anak bangsa dapat menghargai hak dan kewajiban serta nilai sosial budaya. Serta menumbuhkan wawasan kebangsaan bagi segenap elemen masyarakat guna menciptakan pemantapan kerukunan masyarakat khususnya antar-etnis di Kalbar. (146)

SP




 
Dari Society  
Poso Mencekam Lagi, Dua Siswi Ditembak di Jalan
Di tengah ketatnya penjagaan aparat keamanan pascapembunuhan terhadap tiga siswi SMA Kristen Poso, Sabtu (29/10) lalu, kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Hari Selasa ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang