Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Arsip
Organisasi
Figur
Pastoral
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Ministries  > Pastoral
 

Surripatty: Pengangkatan Guru Agama Sarat Keputusan Politis

Substansi masalah dikarenakan pengambil keputusan belum sepenuhnya memahami kebutuhan rumah tangga umat Kristen di daerah-daerah masyioritas

Friday, Jul. 29, 2005 Posted: 9:27:59AM PST

Tak terpenuhinya perjuangan Forum Bersama Guru-guru Kristen untuk mendapatkan jatah yang proporsional, mendapat respons baru-baru ini dari Direktur Urusan Agama Kristen Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama, EI SP Surripatty MPA.

Surripatty mengatakan kepada Harian Komentar, hal tersebut disebabkan pengangkatan guru-guru agama se-Indonesia sarat dengan keputusan politis.

"Saya kira masalah pengangkatan guru agama yang bagi Sulut kurang proporsional memang ada benarnya. Namun upaya untuk memenuhi harapan dan perjuangan ini butuh kesabaran mengingat masalah ini sarat dengan keputusan politis," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagai keputusan politis karena keputusan pengangkatan guru-guru agama di Indonesia selama ini dan ke depan nantinya diatur dan diambil oleh sekretaris jenderal dengan Biro keagamaan.

"Jadi walaupun kami berjuang semaksimal mungkin toh keputusan jumlah guru yang diangkat tergantung keputusan Sekjen dan Biro keagamaan," tegasnya.

Ketika ditanya soal ketidakberdayaan Bimas Kristen Pusat, Surripatty langsung membantahnya. Menurutnya, selama ini pihaknya telah berjuang dengan sungguh-sungguh dan mengupayakan agar pengangkatan guru agama khususnya di Sulut haruslah proporsional.

"Selama ini kami mengusulkannya demikian bahwa Sulut antara lain harus mendapat prioritas lebih, dalam jumlah guru-guru agama mengingat daerah Sulut mayoritas Kristen. Sayang sekali lagi bukan untuk mencari-cari alasan tetapi memang demikian adanya bahwa usulan kami tak dipenuhi,* ujarnya.

Ia menambahkan, substansi masalahnya terletak pada persoalan pengambil keputusan belum sepenuhnya memahami kebutuhan rumah tangga umat Kristen di daerah-daerah masyioritas, namun itulah yang terjadi selama ini.

Sementara itu salah seorang Dosen Sekolah Tinggi Theologi Pdt Haezar Sumual MA MTh mengungkapkan, seharusnya masalah ini menjadi agenda penting yang selalu dan terus menerus diperjuangkan Bimas Kristen di pusat.

"Saya yakin kalau perjuangan itu tidak pernah surut maka dipastikan suatu saat keputusan pengangkatan guru mengedepankan unsur proporsional di daerah yang bersangkutan termasuk Sulut. Dan kepada teman-teman guru di Sulut mari kita terus menyuarakan tuntutan kita," kata Sumual.





Sandra Pasaribu

 
Dari Ministries  
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut
Tim Pembela Kebebasan Beragama mendesak pemerintah segera mencabut Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor I Tahun 1969 beserta revisinya. Mereka menilai SKB bertentangan ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang