Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Arsip
Musik
Video & Film
Buku
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Culture  > Music
 

Konser Mendanai Anak Yatim Indonesia karena Tsunami diadakan di Belanda

Penyelenggara bekerjasama untuk anak-anak yatim piatu sebelumnya

Friday, Jan. 14, 2005 Posted: 9:12:03AM PST


Dari kiri, Pdt. Ross Naylor-Tatterson, John Grooters, Dwight Beal dan Jared Henderson akan menyediakan waktu mereka untuk menolong yatim piatu di Indonesia. (Foto: Holland Sentinel/Dennis R.J. Geppert)

Dwight Beal memimpin kongregasi untuk menyanyi pada hari Rabu di Kapel Dimnent selama kebaktian pagi. Beal akan tampil dalam konser Hope for Indonesia pada hari Sabtu yang keuntungannya akan diberikan untuk pemulihan setelah tsunami di Indonesia. (Foto: Holland Sentinel/Dennis R.J. Geppert)

Pdt. Ross Naylor-Tatterson menjuluki tsunami 26 Desember yang lalu sebagai 'jeritan dari berjuta-juta suara.'

"Ombak yang besar tersebut menerjang dan tidak akan ada yang sama, terutama untuk orang-orang itu," kata Naylor-Tatterson, yang gerejanya, Lakeshore Vineyard Christian Fellowship di Belanda, mensponsori konser yang keuntungannya akan diberikan untuk anak yatim piatu Indonesia, yang akan diadakan pada hari Sabtu mendatang.

Konser tersebut akan menampilkan performer lokal Grooters and Beal dan semua keuntungannya akan diberikan kepada rumah yatim piatu yang terkena gempa bumi dan tsunami sebagai bagian dari Kerjasama gereja dengan program Indonesia.

Naylor-Tatterson, yang telah bekerja dalam kerjasama dengan salah satu jaringan rumah yatim piatu terbesar swasta di Indonesia lebih dari empat tahun, akan mengadakan perjalanan dengan sebuah tim yang terdiri dari 22 orang ke Indonesia pada tanggal 23 Januari. Ia mengatakan tsunami tidak merubah misi gereja, yang telah direncanakan lima bulan kemarin, tetapi itu menolong gereja meringankan beban yatim piatu di Indonesia.

"Kami tidak berusaha untuk menciptakan respon gereja tetapi respon komunitas," kata Naylor-Tatterson, yang menyemangati Youth With A Mission di Indonesia untuk mengunjungi Belanda baru-baru ini. "Kami berusaha untuk menguatkan YWAM, yang mempunyai pengalaman dengan anak yatim piatu, dan untuk merespon dengan krisis yang besar ini."

Loudy Posumah, direktur Indonesia untuk Youth With A Mission, yang dimulai pada tahun 1960 dan merupakan salah satu organisasi Kristiani terbesar di dunia, tinggal di Belanda selama tiga bulan untuk menguatkan hubungan gereja dengan organisasi di Indonesia. Posumah membawahi staf yang terdiri dari 500 orang pekerja tetap dan 16 rumah yatim piatu dengan 800 anak diseluruh Indonesia.

Organisasi Posumah mempunyai dua rumah yatim piatu yang dihancurkan tsunami di pulau Nias, meninggalkan 150 anak yatim piatu dan 20 pekerja yatim piatu. Walaupun Nias dekat dengan pusat gempa, mereka tidak kehilangan satupun dari staf ataupun anak-anak karena orang-orang lokal tahu ada yang tidak biasa dan mengevakuasi semuanya ke tanah yang lebih tinggi sebelum ombak pertama menerjang.

Naylor Tatterson berkata kebutuhan anak yatim piatu belum berubah karena tsunami. Mereka masih membutuhkan makanan dasar, perlindungan dan pendidikan.

"Pendidikan adalah satu-satunya cara untuk membesarkan anak-anak ini untuk menjadi anggota lingkungan yang sepantasnya," katanya. Ia mengatakan rumah yatim piatu tidak mendiskriminasi antara anak yang Kristiani atau anak non-Kristiani.

"Saya percaya bahwa kita adalah bagian dari komunitas yang sama," kata John Grooters dari Grooters and Beal. "Jika orang menderita di satu bagian dunia kita semua menderita."

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Olivia Cobiskey di olivia.cobiskey@hollandsentinel.



Shinta Marthawati

 
Dari Culture  
Menanti Gelombang Film Rohani Versi Hollywood
Film-film bernapaskan rohani tampaknya menemukan momentum baru. Film semacam itu ternyata mampu bersaing dengan film aksi, komedi, fantasi, atau pun film yang menguji kekuatan jantung penontonnya.
... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 11:28:20AM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang