Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Arsip
Musik
Video & Film
Buku
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Culture  > Music
 

Dekat Dengan Keluarga dan Gereja

Friday, Aug. 13, 2004 Posted: 8:38:48PM PST


Lagunya, Shout to the Lord, dinyanyikan sekitar 30 juta orang setiap minggu, dan sudah direkam oleh 20-an artis. Ia sendiri – sebagai lead vocalist, pemimpin pujian, produser Hillsong Music, dan juga merintis karier solo – sibuk dengan tur konser. Namun, Darlene Zschech mengaku paling senang tinggal di rumah – dekat dengan Mark, suaminya, dan ketiga putrinya, serta dekat dengan gerejanya.

Baru-baru ini ia berkunjung ke Afrika bersama Compassion International. “Kami menggendong bayi-bayi,” katanya. “Dan para ibu adalah ibu-ibu persis seperti saya, yang punya impian bagi anak-anak mereka, sama seperti saya terhadap anak-anak saya.”

Ia bercerita tentang orang-orang yang kehilangan anggota tubuh akibat perang saudara di Rwanda. Ada pula pengidap HIV yang berkeliaran, memerkosa kaum wanita. Krisis AIDS benar-benar sudah mewabah, dan saat ini ada sekitar 13 juta anak yatim di sana. Sebagai penyembah, ia tergugah untuk melakukan sesuatu.

Menurutnya, kerinduan untuk mengasihi Yesuslah yang membangkitkan energi untuk menjalani berbagai pelayanan yang padat. Ia sekeluarga belajar untuk tidak mengeluh, dan menganggap pelayanan sebagai suatu kehormatan. Ia selalu menyisihkan waktu luang setiap minggu, sehingga tidak habis disedot kesibukan kerja. “Saya sering tidak melakukan apa-apa. Saya bisa memasak dengan anak-anak atau mengerjakan pekerjaan rumah,” katanya.

Keluarga – dan gereja – memang prioritas utamanya. “Di situlah kami mendapatkan makanan rohani dan pembinaan. Di situ juga anak-anak rohani saya berada, dan saya tidak ingin meninggalkan mereka.”

Ketika merilis album solo Kiss of Heaven (2003), ia tidak melihatnya sebagai upaya mengejar ambisi pribadi. Ia menegaskan, “Ketika saya melakukan sesuatu, saya ingin memastikan bahwa hal itu menghormati gereja karena itulah kerinduan hati saya. Saya tidak ingin bertindak sesuka hati. Saya bertanggung jawab untuk menjadi pengurus yang baik atas karunia yang ada dalam hidup saya.”



 
Dari Culture  
Menanti Gelombang Film Rohani Versi Hollywood
Film-film bernapaskan rohani tampaknya menemukan momentum baru. Film semacam itu ternyata mampu bersaing dengan film aksi, komedi, fantasi, atau pun film yang menguji kekuatan jantung penontonnya.
... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang