Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Arsip
Musik
Video & Film
Buku
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Culture  > Music
 

Penyanyi Serba Bisa

Sunday, Jul. 4, 2004 Posted: 1:32:25AM PST


“Setiap manusia diberikan Allah talenta. Masing-masingdiberikan talenta yang berbeda. Yang harus dilakukan adalah menyadari sejak dini talenta apa yang diberikan Allah kepada kita.”

Demikian kata-kata yang keluar mengawali pembicaraan dengan Tetty Manurung,
penyanyi dengan bakat besar dan lebih dikenal sebagai penyanyi seriosa. Padahal sebenarnya Tetty adalah penyanyi serba bisa. Sebab ia menyabet banyak penghargaan di bidang tarik suara dengan berbagai jenis musik.

Dilahirkan dari keluarga Kristen yang taat, seorang Tetty banyak mengalami pengalaman rohani. Pengalaman ituia dapatkan selama mengikuti lomba-lomba nyanyi baik di dalam maupun di luar negeri.Sederetan piala dan penghargaan yang diraihnya bukanlah didapatkan dengan mudah. Hanya olehmujizat dan pertolongan Tuhan jua karir Tetty terus menanjak baik menjadi dokter hingga menjadi penyanyi tetap di Istana Negara dan sekarang memimpin TM Production.

“Perusahan ini saya dirikan untuk menampung ide-ide saya dalam pembuatan album. Aneh kok rasanya banyak penyanyi sudah punya album, sedangkan saya sendiri tidak ada hahahhaaa…jadi perusahan ini sengaja saya dan keluarga dirikan untuk itu,” akunya mengenai TM Production yang juga baru meluncurkan album rohani “Nun Di Bukit Yang Jauh”.

Mujizat di Yogya
Semasa muda Tetty seringkali mengikuti kejuaraan lomba nyanyi. Mulai dari tingkat kecamatan hingga propinsi se Sumatra Utara. Semua kejuaraan itu selalu dimenangkannya. Bahkan dalam kejuaraan lomba nyanyi bintang radio dan Televisi di Jakarta ia selalu juara satu. “Sampe-sampe Pak Harmoko, Menteri Penerangan waktu itu bosan menyerahkan piala kepada saya ,” akunya sambil tertawa.

Suatu waktu setelah hijrah ke Jakarta, Tetty diutus mewakili DKI Jakarta untuk lomba nyanyi Bintang Radio dan TVRI Tingkat Dewasa Nasional pada tahun 1985 di Gedung RRI Jogjakarta.
Entah karena menempuh perjalanan dengan KA atau ada kekuatan lain yang menghalanginya agar tidak dapat mengikuti kejuaran, setibanya di Jogja tiba-tiba suaranya tidak ada. Berbagai usahapun dibuat, dari cara tradisional hingga modern namun suara Tetty tetap tidak kembali seperti semula. Saat itu ia mulai menangis. Seluruh kru dan official gelisah. Mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Padahal jadwal untuk latihan makin dekat.

“Hari pertama berlalu tanpa latihan, hari kedua pun begitu, sehingga orang lain mulai bertanya-tanya ada apa dengan Tetty. Para official saya mengatakan bahwa Tetty masih harus beristirahat. Dalam hati saya mulai berdoa bahkan menangis.
Saya berkata, “Tuhan mengapa ini terjadi, apa salah saya, ampuni Tuhan. Kalaupun saya harus kalah dalam festival ini, jangan dengan cara begini, kalah sebelum bertanding,”kenang Tetty.

Berdoa kepada Tuhan memang kunci sebuah kesuksesan. Sepanjang hari Tetty pun terus berdoa. Malam pun tiba, Tetty kembali mencoba suaranya dan apa yang terjadi ia mulai dapat bernyanyi walaupun dengan nada yang masih rendah. Ia mencoba lagi dan akhirnya sungguh ajaib ketika orang mulai meremehkannya sebab ia tidak latihan pada hari pertama dan kedua, sementara peserta yang lain telah mencapai top performance, tiba-tiba suara Tetty kembali. “ Puji Tuhan. Suara saya kembali seperti semula. Bahkan kata orang suara saya saat itu melebihi suara saya pada saat masih di Jakarta. Ajaibnya lagi Saya pun bisa meraih juara dalam festival ini dengan hasil yang sangat baik walaupun hanya satu kali berlatih, itu pun dilakukan pada sesi cek sound saja,” ucap ibu dokter di sebuah Puskesmas di Jakarta Timur ini.

Next Page: 1 | 2 |


Shinta Marthawati

 
Dari Culture  
Menanti Gelombang Film Rohani Versi Hollywood
Film-film bernapaskan rohani tampaknya menemukan momentum baru. Film semacam itu ternyata mampu bersaing dengan film aksi, komedi, fantasi, atau pun film yang menguji kekuatan jantung penontonnya.
... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Nov. 12 2005 12:31:49PM PST
Tokoh Islam dan Kristen Perlu Dialog Jujur
Agama Masih Sering Dijadikan Komoditas Politik
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
PGI : Pemerintah Harus Menjamin Pelaksanaan Hak Beribadah [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang