Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Arsip
Musik
Video & Film
Buku
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Culture  > Music
 

Kembalinya White Dove Usung Formasi Baru

White Dove yang terdiri atas Erick Sufmera pada keyboard/piano, Mario Sigar pada bas dan Posan Tobing pada drum, vokalisnya James Celosse mengeluarkan album terbaru Sodom Gomora

Monday, Oct. 10, 2005 Posted: 4:07:07PM PST


Album terbaru White Dove, Sodom Gomora telah dirilis sejak bulan September lalu.

White Dove yang dibentuk empat tahun yang lalu oleh James Celosse dan kawan-kawan kembali dengan formasi baru.

Saat ini, White Dove terdiri atas Erick Sufmera pada keyboard/piano, Mario Sigar pada bas dan Posan Tobing pada drum. Sedangkan vokalisnya tetap pada James Celosse.

“Kami tidak sekadar kembali. Kami ingin menghadirkan nilai-nilai baru,” ungkap James. Mereka kemudian menggebrak dengan sebuah album baru bertajuk Sodom Gomora, yang mengusung sepuluh buah lagu karya James Celosse.

Sejak awal, grup ini dimaksudkan untuk menjangkau kaum muda. Dengan musik yang menghentak-hentak, syair yang indah dan penuh pesan injili, White Dove sejak awal berhasil merebut hati kaum muda. Hal ini setidaknya terbukti dengan tiga buah album mereka terdahulu di bawah bendera Maranatha menempati kavling tersendiri dalam hati generasi muda.

Sayangnya, karena masalah internal, White Dove sempat vakum selama satu tahun. “Kawan-kawan kurang komit sehingga kami vakum agak lama. Saya juga banyak dipanggil untuk tampil solo,” ujar James. Tapi, sambung James lagi, itu persoalan lama yang ia harapkan menjadi pelajaran berarti ke depan.

Album ini tampaknya merupakan media curahan hati James seputar aneka masalah yang muncul dalam kehidup-annya. Ada lagu berjudul Kehidupan Abadi dimana James mencurahkan isi hatinya sepeninggal ayahnya.

James menyatakan ia sadar kevakuman mereka selama satu tahun telah menyebabkan mereka kehilangan penggemar. Untuk itu, mereka merencanakan tour ke berbagai kota. Sampai minggu pertama September, sudah terjadwal 23 kota untuk dikunjungi mulai Oktober. “Kita belajar banyak dari grup musik sekuler. Meskipun kaset mereka bagus dan distribusinya meluas, kalau tidak didukung oleh tour promosi, tidak ada perkembangan yang signifikan,” ujar James.

White Dove ingin membawa kabar gembira kepada semua orang, terutama mereka yang mengalami kekeringan iman dan tertimpa masalah. “White Dove kan lambang Roh Kudus. Semoga dengan restu Tuhan, melalui White Dove, banyak jiwa dimenangkan,” ujar James.




Shinta Marthawati

 
Dari Culture  
Menanti Gelombang Film Rohani Versi Hollywood
Film-film bernapaskan rohani tampaknya menemukan momentum baru. Film semacam itu ternyata mampu bersaing dengan film aksi, komedi, fantasi, atau pun film yang menguji kekuatan jantung penontonnya.
... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang