Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Arsip
Musik
Video & Film
Buku
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Culture  > Films
 

Garin Nugroho: Film Setan Lebih Menarik Karena Tidak Ada Kepastian Hukum

"Kenapa film sinetron tentang setan akhir-akhir ini lebih menarik, karena tidak ada kepastian hukum secara psikologis," kata Sutradara Garin Nugroho.

Friday, Jul. 29, 2005 Posted: 9:47:52AM PST

Sutradara Garin Nugroho mengatakan, sinetron bertema setan di berbagai stasiun teve akhir-akhir ini memiliki daya tarik kuat pada publik karena tidak adanya kepastian hukum di Indonesia.

"Kenapa film sinetron tentang setan akhir-akhir ini lebih menarik, karena tidak ada kepastian hukum secara psikologis," katanya saat Diskusi "Hukum dan Seni di Studio Mendut Magelang, Rabu malam dengan pembicara lain Penyair WS Rendra, Seniman Magelang Sutanto Mendut dan Pengasuh Ponpes Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori, kantor berita Antara memberitakan.

Film-film tentang setan, katanya, saat ini seakan lebih realistis ketimbang nasihat para ulama dan persoalan partai politik.

Ia menyebutkan, bahwa tayangan teve tentang cerita setan yang diangkat melalui sinetron seolah menunjukan bahwa setan di Indonesia lebih bermoral ketimbang setan luar negeri.

"Di sinetron itu diceritakan antara lain permintaan setan agar manusia mengambil uang dari para koruptor, ini menjadi gambaran keberhasilan memberantas korupsi," katanya.

Maraknya tayangan sinetron tentang setan, katanya, gambaran pelarian masyarakat dari kepatutan hidup karena tidak adanya hukum yang bisa menjadi pegangan hidup.

Garin yang juga Direktur Sains Estetika dan Teknologi itu mengatakan, antara hukum, seni dan norma hidup saling berhubungan. Hidup tidak lepas dari kepatutan di lingkungannya.

"Orang-orang `lari` ke setan, nonton setan, dunia gaib karena yang dipegang ternyata tidak bisa dipercaya, contohnya narkoba justru ada di dekat polisi. Sinetron setan ini representasi kondisi masyarakat dan kedewasaan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, kebebasan ekspresi para seniman memiliki kaitan erat dengan kehidupan sosial masyarakat.

Pada kesempatan itu Garin juga menyatakan keprihatinannya atas maraknya tayangan sinetron tentang setan dan kekerasan pada jam-jam yang mudah ditonton anak-anak karena akan membentuk mereka menjadi "instan".

Sementara itu, Rendra mengatakan, hukum Indonesia tidak "terkawal" secara baik dan pelaksanaannya tidak adil serta tidak memberikan kekuatan hukum kepada rakyat kecil.

Banyaknya Fakultas Hukum di berbagai perguruan tinggi dan sarjana-sarjana hukum Indonesia, katanya, tidak dapat menyelesaikan persoalan hukum.




Shinta Marthawati

 
Dari Culture  
Menanti Gelombang Film Rohani Versi Hollywood
Film-film bernapaskan rohani tampaknya menemukan momentum baru. Film semacam itu ternyata mampu bersaing dengan film aksi, komedi, fantasi, atau pun film yang menguji kekuatan jantung penontonnya.
... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang